Intelijen Israel Bocorkan Rencana Iran Bunuh Trump

Israel dilaporkan membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat terkait dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.

oleh Septian DenyDiterbitkan 10 Juli 2026, 15:04 WIB
Israel dilaporkan membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat terkait dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington - Israel dilaporkan membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat terkait dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Presiden AS Donald Trump. Informasi tersebut disebut memuat ancaman yang lebih spesifik dibandingkan laporan intelijen sebelumnya.

Dikutip Channel News Asia, Jumat (10/7/2026), laporan yang pertama kali diungkap CNN dan The Wall Street Journal pada Kamis waktu setempat menyebutkan bahwa Israel memberikan peringatan mengenai dugaan plot baru yang menargetkan Trump. Kedua media tersebut mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut, namun identitasnya tidak diungkapkan.

Menurut laporan CNN, pemerintah Amerika Serikat selama ini telah memantau berbagai informasi mengenai kemungkinan ancaman terhadap Trump. Namun, peringatan dari Israel kali ini disebut berbeda karena mengacu pada dugaan rencana yang dinilai lebih spesifik.

Sementara itu, The Wall Street Journal menyebut intelijen yang dibagikan Israel menggambarkan adanya dugaan plot baru terhadap pemimpin Amerika Serikat tersebut.

Iran selama bertahun-tahun diketahui menyatakan akan membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat atas perintah Trump pada Januari 2020, saat ia menjalani masa jabatan presiden pertamanya.

Menanggapi laporan tersebut, Gedung Putih belum memberikan komentar langsung. Seorang pejabat hanya merujuk pada pernyataan Trump yang disampaikan kepada wartawan saat berada di dalam pesawat Air Force One sepulang menghadiri KTT NATO.

"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Saya ada di daftar mereka. Pagi ini saya melihat saya ada di setiap daftar mereka," kata Trump.

 

Ketegangan AS-Iran Meningkat

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara kembali melancarkan serangan yang memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih luas. (Dok. AFP/Angkatan Darat Iran)

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara kembali melancarkan serangan yang memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih luas.

Perhatian juga tertuju pada keputusan Trump menggunakan pesawat Air Force One lama saat meninggalkan Turki usai menghadiri KTT NATO. Sementara itu, pesawat baru yang merupakan hadiah dari Qatar diterbangkan lebih dahulu ke Inggris sebelum akhirnya digunakan Trump untuk melanjutkan perjalanan ke Washington.

Pergantian pesawat tersebut memunculkan spekulasi mengenai faktor keamanan, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap Trump. The New York Times melaporkan bahwa keputusan itu diambil atas permintaan Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) sebagai langkah pencegahan keamanan.

Saat ditanya mengenai alasan pergantian pesawat dalam konferensi pers, Trump tidak memberikan penjelasan secara langsung. Namun, ia kembali menyinggung adanya dugaan ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang dikaitkan dengan Iran.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya