Temasek Tak Punya Investasi Langsung di Kripto

Temasek masih berupaya mengatasi kerugian di bursa kripto FTX.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Juli 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Temasek Global Investments, Nagi Hamiyeh menuturkan, investasi kripto masih belum masuk dalam pertimbangan. Hal ini karena Temasek berupaya mengatasi kerugian di bursa kripto FTX.

"Kami tidak memiliki investasi langsung apapun di kripto,” ujar Hamiyeh kepada CNBC, ditulis Jumat (10/7/2026).

Ia mengatakan, salah satu pertimbangan yakni ketidakpastian regulasi di sektor tersebut. “Saya tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, dan peran yang akan dimainkan kripto dalam perekonomian utama, tergantung pada berbagai regulasi yang mungkin terjadi,” ujar Hamiyeh.

Untuk saat ini, perusahaan fokus pada blockchain dan infrastrukturnya, berdasarkan apa yang dapat dilakukan teknologi itu untuk ekonomi riil.

Investasi Temasek di bursa kripto FTX yang kini bangkrut menyebabkan penurunan nilai aset US$ 275 juta atau Rp 4,96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.070) pada 2022. Langkah investasi itu menuai banyak kritik dari dalam negeri. Lawrence Wong, yang saat itu menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri keuangan Singapura, menyebut kerugian itu mengecewakan dan merusak reputasi Singapura.

Saat ditanya mengenai hal penting bagi investor jangka panjang, Hamiyeh bertaruh pada adopsi kecerdasan buatan dan membangun ekosistem komersial di sekitarnya, daripada mendorong model-model mutakhir.

“Tidak setiap situasi membutuhkan model-model mutakhir. Ini semua tentang aplikasi, dan ini semua tentang perusahaan yang merangkul AI dan membangun keunggulan kompetitif,” ujar dia.

Taruhan jangka panjangnya adalah pada implementasi fisik AI: otomatisasi, robotika, dan optimasi proses industri. Temasek bertujuan untuk meningkatkan eksposur AI dari 6% portofolionya pada tahun fiskal terakhir yang berakhir Maret menjadi 15% pada 2031.

 

 

 

Investasi di AI

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), kecerdasan buatan. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Hamiyeh menambahkan, siklus investasi AI masih awal dan akan berlangsung selama beberapa dekade, meskipun valuasi di beberapa bagian sektor telah melampaui fundamentalnya.

“Temasek berinvestasi di seluruh rantai nilai AI, termasuk infrastruktur energi dan pusat data, di mana kontrak jangka panjang dengan pihak lawan yang berperingkat tinggi menjaga risiko “sangat, sangat minimal,” katanya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya