Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Thailand tumbuh 2,4% meski terjerat konflik sengketa dengan Kamboja. Hal ini lantaran konsumsi domestik dan ekspor meningkat. Pertumbuhan ini meningkatkan harta 50 orang terkaya di Thailand. Selain itu, kekayaan taipan Thailand itu naik berkat harga saham yang melonjak. Secara keseluruhan, kekayaan miliarder Thailand meningkat 10% menjadi US$ 187 miliar atau Rp 3.383 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di 18.090 per dolar AS).
Hampir dua pertiga konglomerat dari daftar tersebut mengalami kenaikan kekayaan tahun ini. Keluarga Chalerm Yoovidhya, pemilik minuman berenergi Red Bull, menetap di posisi teratas selama tiga tahun. Kekayaan diperkirakan sebanyak US$ 47 miliar atau Rp 850 triliun. Demikian mengutip Forbes, Kamis, (9/7/2026).
Advertisement
Posisi kedua diduduki pasangan saudara Chearavanont dari Charoen Pokphand (CP) Group. Kekayaan bersih dua bersaudara itu mencapai US$ 36,6 miliar atau sekitar Rp 662 triliun.
Konglomerat energi dan telekomunikasi, Sarath Ratanavadi, di posisi ketiga. Kekayaan Sarath Ratanavadi mengalami peningkatan terbesar, naik US$ 5,6 miliar atau Rp 101,3 triliun menjadi US$ 17,6 miliar atau Rp 318,4 triliun. Dia juga menjadi pemegang saham terbesar kedua di Kasikornbank, bank komersial terbesar ketiga di Thailand, setelah menggandakan aset hampir 10%.
Menduduki posisi keempat, keluarga Chirathivat mengalami peningkatan kekayaan bersih menjadi US$ 11,7 miliar atau Rp 211 triliun. Perusahaan pusat perbelanjaan, supermarket dan toko khusus yang dimiliki yakni Central Retail, berencana investasi 18 miliar baht Thailand tahun ini. Nilai itu sekitar Rp 9,7 triliun (asumsi kurs baht Thailand terhadap rupiah di kisaran 540 per baht Thailand).
Di posisi kelima, ada taipan Charoen Sirivadhanabhakdi. Ia memiliki bisnis properti yang berada di bawah naungan Frasers Property, telah terdaftar di bursa Singapura. Dia merombak portofolio, yang meningkatkan kekayaan 10% menjadi US$ 11,5 miliar, atau Rp 208 triliun.
Co-founder dan CEO WHA, firma properti industri, gudang, dan logistik, Jareeporn Jarukornsakul, mengalami kenaikan kekayaan bersih 69% menjadi US$ 1,25 miliar atau Rp 22,6 triliun. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan data center Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang menarik investor asing ke Thailand.
Dorongan AI dan Warisan Keluarga
Founder produsen PCB (Printed Circuit Board), KCE Electronics, Bancha Ongkosit, kembali masuk ke dalam daftar orang terkaya. Permintaan tinggi untuk perlengkapan elektrik yang digunakan AI mendatangkan keuntungan bagi Bancha Ongkosit.
Selain itu, Founder Gunkul Engineering, Gunkul Dhumrongpiyawut, mendapat dorongan pemasukan dari upaya produsen energi terbarukan untuk memasok listrik terbarukan ke data center AI.
Sedangkan, tiga tokoh yang selama ini rutin masuk ke dalam daftar telah wafat. Penguasa media, Krit Ratanarak dari Bangkok Broadcasting & TV, mewariskan kekayaannya ke Chachchon Ratanarak, putra satu-satunya.
Co-founder jaringan rumah sakit Bangkok Dusit Medical Services, Prasert Prasarttong-Osoth menaruh kekayaannya di bawah nama keluarga Prasarttong-Osoth.
Co-founder lembaga pinjaman mikro Muangthai Capital, Chuchat Patcharachai dan istrinya, Daonapa Patcharachai kini hanya tercantum dengan nama Daonapa.
Kualifikasi kekayaan bersih untuk berada dalam daftar orang terkaya meningkat dari US$ 420 juta, atau Rp 7,5 triliun menjadi US$ 555 juta, atau Rp 10 triliun tahun ini.