Michelle Imelda Ubah Live Streaming Jadi Pertunjukan Digital Berbasis AI, Konsepnya Inovatif!

Michelle Imelda hadirkan konsep Visual Performance yang memadukan AI, animasi, motion graphics, dan musik elektronik.

oleh Guntur MerdekawanDiterbitkan 09 Juli 2026, 16:19 WIB
Michelle Imelda hadirkan konsep pertunjukan digital berbasis AI (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia live streaming kini tidak lagi sekadar menjadi tempat untuk mengobrol dengan penonton atau berbagi aktivitas sehari-hari. Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak kreator yang mulai menghadirkan pengalaman menonton yang lebih kreatif, interaktif, dan imersif.

Salah satu inovasi tersebut datang dari kreator digital Michelle Imelda, atau yang akrab disapa Michi. Ia memperkenalkan konsep Visual Performance, sebuah format live streaming yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI), animasi digital, motion graphics, visual interaktif, dan musik elektronik dalam satu pertunjukan yang berlangsung secara langsung.

 


Live Streaming Berubah Jadi Sebuah Pertunjukan

Michelle Imelda hadirkan konsep pertunjukan digital berbasis AI (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Berbekal pengalaman di bidang desain visual dan produksi kreatif, Michi ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari format siaran langsung yang selama ini dikenal masyarakat.

Menurutnya, live streaming seharusnya tidak hanya menjadi media komunikasi antara kreator dan penonton, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman hiburan yang terasa seperti menyaksikan sebuah pertunjukan secara langsung.

"Saya ingin live streaming bukan hanya sekadar tempat berinteraksi, tetapi juga menjadi sebuah pengalaman. Saya ingin penonton merasa seperti sedang berada di sebuah acara yang menyenangkan, meski mereka menontonnya dari rumah, atau bahkan dari negara yang berbeda."

Dalam konsep Visual Performance, setiap elemen visual dibuat bergerak selaras dengan alunan musik elektronik. Animasi berbasis AI, motion graphics, hingga efek visual interaktif dirancang untuk merespons ritme musik secara real time sehingga menciptakan pengalaman menonton yang lebih hidup.

 


Dibutuhkan Persiapan Teknis yang Tidak Sederhana

Michelle Imelda hadirkan konsep pertunjukan digital berbasis AI (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Di balik tampilannya yang memukau, Michi mengungkapkan bahwa Visual Performance memerlukan proses produksi yang cukup kompleks.

Seluruh aset visual, animasi, audio, hingga sistem sinkronisasi harus dipersiapkan secara bertahap agar semuanya dapat berjalan mulus selama siaran berlangsung tanpa mengganggu performa live streaming.

Proses tersebut menjadi bagian penting agar setiap perubahan visual dapat mengikuti dinamika musik secara presisi sekaligus menjaga pengalaman penonton tetap nyaman sepanjang pertunjukan.

 


Diakui TikTok LIVE dan Terus Bereksperimen

Pendekatan kreatif yang diusung Michi mulai mendapat perhatian dari ekosistem kreator digital. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, ia berhasil mencatatkan sejumlah prestasi melalui berbagai program resmi TikTok LIVE.

Namanya masuk dalam jajaran kreator terbaik di ajang LIVE Fest 2025, Super LIVE Star Ramadan 2026, serta Community FEST 2026. Konsep Visual Performance miliknya juga dipercaya menjadi bagian dari materi publikasi resmi TikTok LIVE yang mewakili kreator Indonesia.

Tak hanya itu, penghargaan Top 1 Solo Talent Star yang diraih Michi turut ditampilkan melalui videotron resmi TikTok di kawasan Ratu Plaza, Jakarta Pusat.

Ke depan, Michi juga mulai memperluas eksplorasinya di bidang musik dengan memproduksi remix bergaya techno. Menurutnya, perpaduan visual yang kuat dan musik yang tepat menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pengalaman hiburan digital yang semakin berkesan.

Melalui konsep Visual Performance, Michelle Imelda menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi AI tidak hanya membuka peluang baru bagi para kreator, tetapi juga mengubah cara penonton menikmati hiburan di era digital.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya