Iran Umumkan 8 Prajuritnya Gugur dalam Serangan AS

Korban berasal dari angkatan udara dan angkatan laut militer reguler Iran.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 09 Juli 2026, 09:19 WIB
Dua anak laki-laki bermain di perairan dangkal di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, dengan latar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, Selasa (30/6/2026). (Dok. Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Liputan6.com, Teheran - Delapan personel militer Iran gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah situs militer di Iran selatan pada Rabu (8/7/2026) dini hari. 

Dalam pernyataannya pada Rabu, militer reguler Iran seperti dilaporkan kantor berita IRNA menyebut bahwa delapan personel dari angkatan udara dan angkatan lautnya gugur saat menjalankan tugas membela negara, setelah militer AS menyerang wilayah Bandar Abbas dan Bushehr, Iran selatan. Iran menyebut serangan itu sebagai "agresi kriminal".

Menurut pernyataan tersebut, mereka tewas setelah terkena tembakan dalam serangan itu.

Angkatan Darat Iran menegaskan akan terus menghadapi musuh hingga napas terakhir dan berjanji membalas kematian para personelnya yang disebut sebagai martir.

Menyusul serangan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan AS melanggar kerangka perjanjian Islamabad yang ditandatangani kedua negara. Ia menegaskan Iran akan dengan tegas menjaga kepentingan nasional dan kedaulatannya.

"Sejak langkah pertama, nota kesepahaman antara Iran dan AS disusun bukan atas dasar kepercayaan, melainkan dengan mekanisme 'komitmen dibalas komitmen' yang jelas. Hal ini karena tidak ada tanda-tanda iktikad baik dalam perilaku pihak lain," kata Baghaei dalam unggahan di platform media sosial X pada Rabu.

Ia mengatakan AS telah melanggar Klausul 5 dalam nota kesepahaman tersebut, yang menekankan tanggung jawab Iran untuk menjamin keselamatan pelayaran kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Baghaei menambahkan, AS secara efektif telah melanggar kerangka perjanjian melalui tindakan sepihak dan agresinya terhadap Iran.

"Republik Islam Iran akan dengan tegas memperjuangkan perlindungan kepentingan nasionalnya dan pelaksanaan kedaulatannya," tegas Baghaei.

AS kembali melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran dengan dalih pembalasan atas tindakan Iran menyerang tiga kapal dagang komersial internasional di Selat Hormuz.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya