Misteri Tanda 'X' dari Pelatih Mesir di Laga Lawan Argentina

Gestur 'X' yang diperagakan pelatih Mesir Hossam Hassan saat kalah 2-3 dari Argentina memicu tanda tanya

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Juli 2026, 21:05 WIB
Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan. (Bola.com/AFP/Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP).

Liputan6.com, Jakarta - Laga Argentina melawan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan drama lima gol. Pertandingan di Atlanta Stadium juga memunculkan kontroversi yang melibatkan pelatih Mesir, Hossam Hassan.

Mesir sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul 2-0 atas Argentina. Namun, La Albiceleste mampu bangkit dengan mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Di tengah panasnya pertandingan, Hassan menjadi sorotan setelah memperagakan gestur berbentuk huruf 'X' menggunakan kedua tangannya kepada wasit Francois Letexier. Aksi tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi karena isyarat itu identik dengan laporan dugaan pelecehan rasial dalam sepak bola.

Hingga pertandingan berakhir, belum ada penjelasan pasti mengenai maksud gestur tersebut. Namun, komentar Hassan setelah laga memperlihatkan bahwa ia sangat kecewa terhadap sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan.


Gestur 'X' yang Memicu Banyak Spekulasi

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, memberikan arahan kepada anak asuhya saat melawan Benin pada babak 16 besar Piala Afrika 2025, di Stade Adrar, Agadir, Senin (5/1/2026). (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)

Kontroversi sudah muncul sebelum Argentina menyelesaikan comeback dramatisnya. Para pemain Mesir lebih dulu memprotes proses gol Lionel Messi karena menilai terjadi pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.

Sebelumnya, Mesir juga sempat melihat gol mereka dianulir akibat pelanggaran dalam proses serangan sebelum Mostafa Ziko mencetak gol. Meski Ziko akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor beberapa menit kemudian, keputusan tersebut tetap menyisakan kekecewaan di kubu Mesir.

Pada masa injury time, Hassan menerima kartu kuning dari wasit Francois Letexier. Saat menghampiri sang pengadil, pelatih berusia 59 tahun itu memperagakan gestur 'X' dengan kedua tangannya sebelum terlibat percakapan cukup panjang.

Saudara kembar Hassan yang juga menjadi staf pelatih Mesir, Ibrahim Hassan, sempat menghampiri untuk menenangkan situasi. Hingga kini belum ada kepastian apakah gestur tersebut berkaitan dengan dugaan pelecehan rasial atau merupakan bentuk protes atas keputusan wasit.


Hossam Hassan Soroti Keputusan Wasit

Mohamed Salah #10 Timnas Mesir berebut bola melawan Julian Alvarez #9 dan Cristian Romero #13 Argentina selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta pada 8 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Dan Mullan/Getty Images via AFP)

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Hassan tidak menjelaskan secara langsung makna di balik gestur 'X' yang diperagakannya. Namun, ia melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier dan sejumlah keputusan yang dinilai merugikan Mesir.

"Kami tidak melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Sebuah penalti dianulir, dan gol kedua yang seharusnya diperiksa sebagai penalti untuk kami bahkan tidak diperiksa oleh VAR," ucap Hossam Hassan dikutip dari The Athletic.

"Gol kedua secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir. Tampaknya ada tekanan, dari pihak Argentina, pada wasit yang menyebabkan hasil ini," imbuh Hossam Hassan.

"Hidup itu tidak adil. Dunia itu tidak adil, oke. Tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak yakin dengan hasil ini dan dengan cara pertandingan ini berlangsung," tegas Hossam Hassan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya