Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (8/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,89% menjadi 5.873,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 2,02% menjadi 582,88. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menilai, faktor eksternal menjadi pemicu utama meningkatnya sikap risk-off di kalangan pelaku pasar. Ia menuturkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, yang kembali meningkat memicu kekhawatiran baru di pasar finansial global.
"Kondisi ini membuat investor cenderung mengamankan aset mereka keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets). Meningkatnya ketidakpastian global tersebut berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bergerak mendekati level Rp 17.984 per dolar AS,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, depresiasi mata uang domestik yang cukup dalam ini secara historis memicu aksi jual oleh investor asing (foreign outflow), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
“Bahkan berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dari prediksi di 125, serta 120,9 pada Mei 2026, di mana secara umum, data ini menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga, namun momentumnya mulai melambat,” ujar dia.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.984,47 dan level terendah 5.872,01. Sebanyak 482 saham melemah sehingga bebani IHSG. 191 saham menguat dan 116 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.973.059 kali dengan volume perdagangan saham 22,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 1%. Sementara itu, sektor saham basic terpangkas 4,35%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti turun 2,68%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 2,5%, sektor saham transportasi melemah 2,14%.
Di sisi lain, sektor saham energi terperosok 1,55%, sektor saham industri merosot 0,81%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,25%, sektor saham keuangan melemah 1,29%, dan sektor saham teknologi merosot 0,68%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, saham ACES melemah 1,72% menjadi Rp 342 per saham. Harga saham ACES dibuka stagnan di Rp 348 per saham. Saham ACES berada di level tertinggi Rp 356 dan terendah Rp 340 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.793 kali dengan volume perdagangan saham 238.274 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,3 miliar.
Harga saham IPCC terpangkas 1,28% menjadi Rp 1.160 per saham. Saham IPCC dibuka turun 10 poin menjadi Rp 1.165 per saham. Harga saham IPCC berada di level tertinggi Rp 1.170 dan terendah Rp 1.140 per saham. Total frekuensi perdagangan 219 kali dengan volume perdagangan saham 2.624 saham. Nilai transaksi harian Rp 304 juta.
Harga saham BRPT terpangkas 5,06% menjadi Rp 1.500 per saham. Saham BRPT dibuka stagnan di Rp 1.580 per saham. Harga saham BRPT berada di level tertinggi Rp 1.585 dan terendah Rp 1.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.376 kali dengan volume perdagangan saham 1.884.776 saham. Nilai transaksi Rp 289,1 miliar.
Harga saham BMRI turun 2,46% menjadi Rp 3.970 per saham. Saham BMRI dibuka naik 10 poin menjadi Rp 4.080 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.080 dan terendah Rp 3.970 per saham. Total frekuensi perdagangan 26.660 kali dengan volume perdagangan saham 1.127.106 saham. Nilai transaksi Rp 452,9 miliar.