Liputan6.com, Jakarta - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) optimistis prospek bisnisnya akan semakin kuat setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepercayaan diri tersebut sejalan dengan masuknya PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), yang merupakan bagian dari Grup Djarum, sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Komisaris Utama PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Anita Anwar, menilai kehadiran GTP bukan sekadar perubahan struktur kepemilikan, melainkan menjadi katalis untuk memperkuat fundamental perusahaan melalui sinergi bisnis di sektor infrastruktur telekomunikasi. Langkah ini diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi para investor yang baru masuk melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Advertisement
Ia mengatakan masuknya GTP sebagai pengendali akan memperkokoh fondasi bisnis perseroan. Menurutnya, kedua perusahaan memiliki keterkaitan bisnis yang saling melengkapi sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
"Jadi, dengan masuknya PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) sebagai pengendali dari salah satu grup Djarum, sebenarnya ini memperkuat posisi fundamental perusahaan BACH," kata Anita dalam konferensi pers BACH usai IPO di BEI, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, GTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Sementara itu, BACH memiliki kompetensi utama dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi serta layanan pemeliharaan (maintenance). Kombinasi kedua kekuatan tersebut dinilai akan menciptakan sinergi yang dapat memperluas peluang bisnis perseroan di masa mendatang.
"Pada dasarnya GTP itu adalah perusahaan telekomunikasi, di mana kekuatan (strength) dari BACH adalah pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan juga maintenance. Jadi, dengan adanya pengendali dari GTP ini, sudah pasti akan menjadi sinergi dan kolaborasi," jelasnya.
BACH Resmi Melantai di BEI
PT Bach Multi Global Tbk dengan kode saham BACH resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Rabu (8/7/2026). BACH mencatatkan total 4.084.430.000 saham di BEI.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.469.430.000 saham merupakan milik pendiri, sedangkan 615.000.000 saham berasal dari penawaran umum perdana. Perseroan menetapkan nilai nominal saham sebesar Rp 50 per saham.
Dalam aksi IPO ini, BACH menawarkan saham kepada publik dengan harga Rp 442 per saham. Dengan jumlah saham yang tercatat, perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,805 triliun pada saat pencatatan.
Pada perdagangan perdana, saham BACH mendapat respons positif dari investor. Harga saham perseroan naik ke level Rp 550 per saham atau menguat 24,43% dibandingkan dengan harga penawaran umum.