Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali puluhan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan mengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pembekalan ini mencakup manajemen pengelolaan usaha, tata kelola aset, hingga perluasan akses pembiayaan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, mengatakan bahwa program tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola kawasan nelayan sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.
Advertisement
Menurut Andy, kehadiran berbagai fasilitas modern diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, membuka peluang usaha baru, serta mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Fasilitas tersebut meliputi:
- Gudang beku (cold storage)
- Pabrik es batu
- Sentra kuliner pesisir
- Bengkel perawatan kapal
- Kios perbekalan melaut
“Aset yang dibangun ini adalah aset milik masyarakat. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan, dijaga, dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Andy di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Mengubah Aset Menjadi Keuntungan Anggota
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menilai keberhasilan program ini sangat bergantung pada kompetensi dan kemampuan koperasi dalam mengoperasikan seluruh fasilitas secara produktif.
Menurutnya, keberadaan gudang beku (cold storage), misalnya, memegang peran krusial dalam menjaga rantai dingin mutu hasil tangkapan nelayan agar tetap segar sehingga memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar.
“Tugas utama para pengurus adalah mengoperasionalkan aset tersebut dengan baik agar perputaran usahanya menghasilkan keuntungan (profit) yang menyejahterakan seluruh anggota koperasi,” kata Machmud dalam kesempatan serupa.