Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan saham Selasa, (7/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih berada di kisaran 17.900.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 1,19% menjadi 5.986,49. Indeks saham LQ45 bertambah 1,79% menjadi 594,91. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.
Advertisement
Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.987,01 dan level terendah 5.890,44. Sebanyak 430 saham menguat sehingga angkat IHSG. 212 saham melemah dan 141 saham diam di tempat.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, kenaikan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, sektor finansial dan pasar secara keseluruhan mendapat angin segar setelah data Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia dilaporkan naik ke posisi US$ 145,6 miliar.
"Peningkatan cadangan devisa ini memberikan konfirmasi kepada pasar mengenai ketahanan instrumen eksternal kita, yang sekaligus memberikan amunisi bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Kedua, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia menilai, rupiah terpantau bergerak menguat ke kisaran 17.980-an per dolar AS. Nafan menilai, hal ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi capital outflow yang agresif, sehingga memicu aksi beli di pasar ekuitas.
Total frekuensi perdagangan saham 1.673.214 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 22,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.955.
Dari 11 sektor saham, satu sektor saham teknologi melemah 0,54%. Sementara itu, sektor saham properti melambung 3,23%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,7% dan sektor saham keuangan bertambah 1,58%.
Di sisi lain, sektor saham energi menanjak 0,54%, sektor saham basic mendaki 1,19%, sektor saham industri menguat 0,60%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melonjak 0,75%. Kemudian sektor saham kesehatan bertambah 1,32%, sektor saham infrastruktur menguat 0,45% dan sektor saham transportasi menanjak 0,30%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham NTBK melonjak 34,33% menjadi Rp 90 per saham. Harga saham NTBK dibuka naik menjadi Rp 72 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 67 per saham. Harga saham NTBK berada di level tertinggi Rp 90 dan terendah Rp 70 per saham. Total frekuensi perdagangan 51.031 kali dengan volume perdagangan saham 12.418.909 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 102,3 miliar.
Harga saham BEEF melonjak 24,76% menjadi Rp 262 per saham. Saham BEEF dibuka naik empat poin menjadi Rp 214 per saham. Harga saham BEEF berada di level tertinggi Rp 262 dan terendah Rp 202 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.266 kali dengan volume perdagangan saham 1.039.464 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,6 miliar.
Harga saham BBNI juga ditutup menghijau. Saham BBNI naik 5,79% menjadi Rp 3.470 per saham. Harga saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.470 dan terendah Rp 3.290 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.856 kali dengan volume perdagangan saham 609.346 saham. Nilai transaksi harian Rp 207 miliar.
Di sisi lain, harga saham RAJA melemah 0,24% menjadi Rp 4.120 per saham. Harga saham RAJA dibuka naik 30 poin menjadi Rp 4.160 per saham. Saham RAJA berada di level tertinggi Rp 4.170 dan terendah Rp 4.080 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.670 kali dengan volume perdagangan saham 176.330 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 72,8 miliar.