Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan alasan di balik perubahan sikapnya terhadap industri kripto. Jika sebelumnya dikenal sebagai pengkritik Bitcoin, kini Trump justru menjadi salah satu pendukung paling vokal aset digital.
Menurut dia, perubahan tersebut dipengaruhi oleh pertimbangan politik, besarnya minat masyarakat terhadap kripto, serta persaingan AS dengan China dalam mengembangkan teknologi keuangan.
Advertisement
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri acara Trump Accounts, program tabungan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun yang digelar di Oval Office.
Saat ditanya apakah program tersebut dapat memasukkan Bitcoin sebagai salah satu aset investasi, Trump mengaku pandangannya terhadap kripto telah berubah.
"Saya telah menjadi orang yang sangat mendukung kripto karena saya percaya Amerika Serikat harus tetap berada di depan China," ujar Trump dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (8/7/2026).
Ia mengakui pada awalnya bukan pendukung aset digital. Namun, seiring berkembangnya industri kripto menjadi pasar bernilai besar, pandangannya mulai berubah.
Trump juga mengungkapkan bahwa pertimbangan politik turut memengaruhi keputusannya.
"Saya juga masuk ke sektor ini sedikit karena alasan politik," katanya, seraya menjelaskan bahwa ia melihat besarnya dukungan dari komunitas pengguna kripto terhadap dirinya.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan paling terbuka mengenai perubahan sikap Trump yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling kritis terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Dari Pengkritik Jadi Pendukung
Perubahan sikap Trump cukup kontras dibandingkan beberapa tahun lalu. Pada masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS, ia pernah menyatakan tidak menyukai Bitcoin maupun aset digital lainnya. Bahkan dalam sebuah wawancara media, Trump sempat menyebut Bitcoin sebagai "penipuan".
Namun, meningkatnya perhatian publik terhadap industri kripto membuat isu tersebut ikut masuk ke dalam agenda politik AS.
Selama kampanye Pemilu Presiden 2024, tim kampanye Trump berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 4 juta dalam bentuk donasi aset kripto. Donasi tersebut mencakup Bitcoin, Ethereum, XRP, USDC, dan sejumlah aset digital lainnya.
Trump mengatakan besarnya industri kripto juga menjadi salah satu alasan perubahan pandangannya.
"Industri ini masih memiliki masa depan yang sangat besar," ujarnya.
Ia menilai apabila AS tidak mengambil langkah yang tepat, China berpotensi mengambil peran dominan dalam industri aset digital global.
Meski begitu, perubahan sikap Trump juga memunculkan sorotan terhadap keterlibatan keluarganya di bisnis kripto. Dalam laporan kekayaan terbaru, Trump tercatat memperoleh pendapatan lebih dari US$ 1,4 miliar dari proyek kripto, termasuk platform World Liberty Financial.
Trump membantah dukungannya terhadap kripto dipengaruhi kepentingan pribadi.
"Saya membiarkan anak-anak saya melakukan apa pun yang mereka lakukan," katanya saat menjawab pertanyaan mengenai bisnis kripto keluarganya.
Bawa Perubahan Baru
Trump juga membela kebijakan pemerintahannya yang lebih terbuka terhadap industri aset digital. Ia mengkritik pendekatan pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Joe Biden yang dinilai terlalu keras terhadap perusahaan-perusahaan kripto.
Menurut Trump, banyak perusahaan kripto memperoleh kepastian setelah dirinya mengambil sikap yang lebih mendukung industri tersebut. Ia bahkan mengklaim sejumlah penyelidikan terhadap perusahaan kripto dihentikan setelah kembali menjabat.
Perubahan kebijakan juga terlihat di Securities and Exchange Commission (SEC). Pada 2026, regulator pasar modal AS itu tidak lagi menempatkan sektor kripto sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pemeriksaannya. Langkah tersebut menandai perubahan pendekatan dibandingkan periode sebelumnya yang lebih agresif mengawasi perusahaan aset digital.
Di sisi lain, Kongres AS masih membahas berbagai regulasi baru terkait struktur pasar kripto, termasuk CLARITY Act. Pembahasan rancangan undang-undang tersebut masih berlangsung karena anggota parlemen belum mencapai kesepakatan mengenai sejumlah isu, seperti aturan stablecoin dan kewenangan pengawasan regulator.
Melalui pernyataan terbarunya, Trump menegaskan bahwa pertimbangan politik menjadi salah satu alasan utama dirinya beralih mendukung kripto.
Namun, pernyataan itu juga kembali memunculkan perhatian terhadap hubungan antara dukungan politik, bisnis kripto milik keluarga Trump, dan kebijakan pemerintah AS yang kini berupaya menjadikan negara tersebut sebagai pusat industri aset digital dunia.