Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap menggelontorkan bantuan Rp 9 miliar untuk budidaya rumput laut di lahan seluas 240 hektare di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
"Kami berkomitmen membantu budidaya rumput laut di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Total bantuannya Rp 9 miliar lebih," ujar Direktur Rumput Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nono Hartanto usai pertemuan dengan Bupati Jepara Witiarso Utomo di Ruang Kerja Bupati Jepara, melansir Antara, Rabu 8 Juli 2026.
Advertisement
Bupati Jepara Witiarso Utomo pyn menyambut positif rencana bantuan dari KKP, karena sebelumnya mendapat masukan dari warga Kecamatan Karimunjawa, termasuk kalangan nelayan dan pembudidaya rumput laut.
Dia mengaku berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah untuk mengangkat budidaya rumput laut di kawasan kepulauan di Laut Jawa tersebut.
"Bantuan tersebut ada dua tahap, untuk tahap pertama digelontorkan dua pekan mendatang dan akan rampung sebulan mendatang," papar Witiarso.
Nantinya, lanjut dia, KKP juga melakukan pendampingan di lapangan. Karena nantinya ada belasan kelompok nelayan yang menerima bantuan itu.
Upaya Budidaya Rumput Laut
Witiarso menjelaskan, untuk tahap kedua menyasar lahan seluas 193 hektare. Bantuan ini berupa benih, alat-alat menanam, alat panen, dan lainnya.
"Total bantuan dari KKP ada 240 hektare. Tahun depan akan dibantu alat jemur rumput laut. Intinya sudah siap tinggal menunggu tanda tangan Balai Taman Nasional (BTN) di Karimunjawa," ucap dia.
Witiarso pun berharap Pulau Karimunjawa bisa menjadi kawasan sentra budidaya rumput laut. Tetapi, kata dia, karena ini terkait lembaga lain BTN, maka pemkab akan mengikuti mekanisme yang ada.
Selain Karimunjawa, lanjut dia, Pemkab Jepara juga berupaya mengangkat budidaya rumput laut di kawasan Bondo, Kecamatan Bangsri. Rencananya proposal untuk mengangkat potensi lokal di Bondo ini akan diajukan tahun ini.
"Semoga nantinya berlanjut ke Desa Bondo, sehingga KKP mendampingi para pembudidaya rumput laut di Jepara," jelas Witiarso.