Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Niramas Utama Tbk dengan kode emiten JELI bergerak di zona merah pada awal perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026).
Kondisi ini membuat saham produsen makanan dan minuman dengan merek INACO tersebut diperdagangkan sedikit di bawah harga penawaran umum perdana (IPO).
Advertisement
Berdasarkan data pada papan perdagangan BEI sekitar pukul 10.15 WIB, saham JELI berada di level 1.125, turun 0,09% atau 2,65 poin. Saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi 1.125 dan terendah 1.125 pada perdagangan awal.
Penurunan tipis itu membuat saham JELI berada di bawah harga IPO yang dipatok di level 1.127,65 per saham. Meski demikian, nilai transaksi saham JELI tetap cukup besar pada awal perdagangan.
Data menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 1.591 kali, dengan volume perdagangan sebanyak 3.366 lot. Adapun nilai transaksi tercatat sekitar Rp 378,68 miliar.
Sementara itu, secara keseluruhan pasar saham bergerak positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,39 poin atau 0,34% ke level 5.936,46.
Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 3,188 triliun dengan volume perdagangan 7,342 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 582.744 kali.
Di hari yang sama, emiten lain yang juga melantai di BEI, yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk dengan kode JECX, justru mencatat kenaikan signifikan. Saham JECX melonjak 24,8% ke level 1.560, mendekati batas Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan perdanan
Produsen Inaco Resmi IPO dengan Kode Saham JELI
PT Niramas Utama Tbk (Perseroan), produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek Inaco, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham JELI pada hari ini, Selasa (7/7/2026).
Dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 266.000.000 saham baru atau setara dengan 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp 900–Rp 1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus. Melalui penawaran umum perdana saham ini, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Tingginya minat investor terhadap IPO Perseroan tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi sebanyak 630.491 pemesan. Capaian tersebut menjadikan IPO JELI sebagai salah satu penawaran umum perdana saham dengan tingkat partisipasi investor ritel terbesar di pasar modal Indonesia pada tahun 2026.