BEI Ingatkan Emiten Baru: IPO Bukan Garis Akhir

Direktur BEI Saidu Solihin menegaskan status perusahaan publik membawa tanggung jawab besar terkait transparansi, GCG, dan perlindungan investor ritel.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 Juli 2026, 13:15 WIB
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin dalam Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI dan PT Nitrasanata Dharma Tbk berkode JECX resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dan memulai perdagangan di lantai bursa pada Selasa ini. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin mengingatkan perusahaan yang telah melantai di bursa agar tidak menganggap penawaran umum perdana saham sebagai garis akhir.

“Menjadi perusahaan tercatat bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari komitmen jangka panjang untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan,” kata Saidu dalam Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, status sebagai perusahaan tercatat justru menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, menjaga transparansi, serta melindungi kepentingan investor.

Pesan tersebut disampaikan Saidu saat seremoni pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kedua emiten tersebut resmi menjadi perusahaan tercatat kedua dan ketiga pada 2026, sekaligus emiten saham ke-958 dan ke-959 di BEI.

 

959 Emiten di Bursa Efek Indonesia

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin dalam Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Saidu mengatakan pencatatan saham menjadi momentum penting, bukan hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan pasar modal Indonesia.

“PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk yang resmi menjadi perusahaan tercatat kedua dan ketiga pada tahun 2026 ini, sekaligus menjadi perusahaan tercatat saham ke-958 dan 959 di Bursa Efek Indonesia pada saat ini,” ujarnya.

Menurut Saidu, kehadiran dua emiten baru dari sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni makanan dan minuman serta layanan rumah sakit dan klinik swasta, menunjukkan semakin beragamnya perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

“Hari ini menjadi momentum penting bukan hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi pasar modal Indonesia. Hal ini karena bertambahnya dua perusahaan tercatat dari dua sektor berbeda yang dekat dengan masyarakat yaitu PT. Niramas Utama TBK yang bergerak di bidang makanan dan minuman, serta PT Nitrasanata Dharma yang bergerak di bidang aktivitas rumah sakit swasta dan aktivitas klinik swasta,” ujar Saidu.

 

Keberagaman Perkuat Pasar Modal

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin dalam Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Menurutnya, keberagaman sektor tersebut memperkuat peran pasar modal Indonesia sebagai wadah bagi perusahaan untuk bertumbuh, meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat tata kelola, sekaligus memperluas akses pembiayaan.

“Bagi Bursa Efek Indonesia, keberagaman ini sangat penting. Kita bisa melihat bahwa pasar modal Indonesia menjadi tempat bagi berbagai perusahaan untuk bertumbuh meningkatkan kapasitas, memperkuat tata kelola, dan memperluas akses pendanaan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa menjadi perusahaan publik juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Perseroan dituntut untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), mengedepankan kepentingan pemegang saham, memberikan perlindungan kepada investor, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di pasar modal.

 

Komitmen BEI

Produsen INACO (JELI) dan klinik mata JEC (JECX) resmi IPO hari ini di BEI, Selasa (7/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Ia menambahkan, Bursa Efek Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat kualitas pasar modal melalui peningkatan transparansi, likuiditas, tata kelola, perlindungan investor, serta pendalaman pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak perusahaan Indonesia memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan. Di sisi lain, peningkatan kualitas perusahaan tercatat juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada kesempatan itu, Saidu turut menyampaikan selamat kepada PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk atas pencatatan perdana saham mereka di BEI. Ia berharap langkah tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi kedua perseroan untuk berkembang lebih besar bersama pasar modal Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat kepada PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk atas pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia. Semoga langkah hari ini menjadi awal perjalanan baru bagi kedua perseroan untuk memperluas dampak dan bertumbuh lebih besar bersama pasar modal Indonesia. Go Big with Go Public!,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya