Sempat Menghijau di Pembukaan, IHSG Hari Ini Berbalik Arah ke Zona Merah

Sempat dibuka menguat ke level 5.933, IHSG langsung mendapat tekanan dan melemah tipis 0,09% pada awal perdagangan Selasa (7/7/2026).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Juli 2026, 09:10 WIB
(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada awal perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2026). Namun tidak lama kemudian, indeks harus menghadapi tekanan pasar.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke level 5.933,57 dari penutupan perdagangan kemarin di angka 5.916,07. Saat dipantau pada pukul 09.05 WIB, IHSG sudah berbalik arah ke zona merah dengan melemah tipis 0,09% ke posisi 5.910,12.

Berbeda dengan indeks utama, indeks saham LQ45 terpantau berada di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,60% ke level 587. Secara umum, sebagian besar indeks saham acuan lainnya juga bergerak menghidupkan zona hijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.943,53 dan level terendah di 5.903,45. Tercatat sebanyak 278 saham menguat, 159 saham melemah, dan 229 saham bergerak stagnan atau diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 94.751 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 664 miliar. Sementara itu, posisi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.979.

Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor saham mengalami tekanan. Hanya ada tiga sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yaitu sektor kesehatan yang naik 0,67%, disusul sektor transportasi yang menguat 0,55%, dan sektor keuangan yang naik 0,25%.

Prediksi IHSG 7 Juli 2026

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (7/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.472-5.540. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,69% ke 5.916, dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya masih tertahan moving average (MA) 20 harian.

“Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” ujar Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksono.

Ia menuturkan, cermati skenario merah di mana IHSG sedang membentuk bagian awal dari wave [iv] dari wave 3. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5317 dan level resistance 6.007,6.286.

Rekomendasi Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI menguat 2,95% ke 2.790 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini berada di awal wave [c] dari wave 4,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.720-2.760

Target Price: 2.900, 3.090

Stoploss: below 2.680

 

2.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness

Saham MDKA menguat 0,37% ke 2.710 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya masih mampu berada di rentang MA20 dan MA200. “Kami memperkirakan, posisi MDKA saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.570-2.680

Target Price: 2.900, 3.030

Stoploss: below 2.510

3.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS terkoreksi 0,29% ke 3.420 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun menembus MA20-nya. “Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave (C) dari wave [B],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.330-3.410

Target Price: 3.650, 3.790

Stoploss: below 3.220

 

4.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Sell on Strength

Saham EMAS terkoreksi 2,53% ke 5.775 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan EMAS sedang berada di akhir wave (4) dari wave [A] dari wave {Y}, hal tersebut diperkirakan penguatan EMAS relatif terbatas dan rawan koreksi ke rentang area 4.960-5.200,” kata dia.

Sell on Strength: 6.000-6.200

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya