Bursa Asia Dibuka Melemah Meski Dow Jones Sentuh Rekor Baru

Bursa Asia dibuka melemah pada Selasa meski Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru. Investor menantikan data perdagangan Amerika Serikat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Juli 2026, 08:40 WIB
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa, meski indeks saham Amerika Serikat (AS) Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Menguitp CNBC, Selasa (7/7/2026), indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan turun 1,71% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil juga terkoreksi 0,72%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak melemah tipis. Sebaliknya, indeks Topix masih mampu menguat 0,27%. Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turun 0,12%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong juga mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah. Hang Seng futures terakhir berada di level 23.571, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 23.616,32.

Pelemahan di kawasan Asia terjadi setelah Wall Street mencatatkan kinerja positif pada Senin. Indeks Dow Jones untuk pertama kalinya ditutup di atas level 53.000 setelah mencetak rekor tertinggi baru.

Penguatan di Wall Street dipimpin oleh saham-saham teknologi. Indeks Nasdaq Composite melonjak lebih dari 1% seiring pulihnya saham sektor semikonduktor. Saham Western Digital naik sekitar 7%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 6,6%. Sementara itu, indeks S&P 500 turut mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,7%.

 

Menanti Data Neraca Perdagangan

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sedangkan kontrak berjangka Dow Jones bergerak relatif datar pada Senin malam dengan kenaikan kurang dari 0,1%. Sementara itu, futures S&P 500 juga bergerak stabil, sedangkan Nasdaq-100 futures terkoreksi tipis.

Pergerakan saham emiten turut menjadi perhatian investor. Saham produsen kendaraan listrik Rivian anjlok sekitar 9% setelah perusahaan menawarkan 75 juta saham baru ke publik. Di sisi lain, saham SpaceX melemah sekitar 1% menjelang masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 pada Selasa.

Saham Dell melonjak lebih dari 4% setelah Presiden AS Donald Trump mendorong masyarakat membeli komputer buatan perusahaan tersebut dalam sebuah acara di Gedung Putih. Sebaliknya, saham Microsoft terkoreksi setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan.

"Kita terus melihat indeks-indeks mencetak rekor tertinggi baru, dan itu masuk akal. Bukan hanya pertumbuhan laba perusahaan yang kuat, tetapi juga terjadi secara luas. Hal itu mulai menyebar ke seluruh pasar," kata Kepala Makro Global dan Customized Investing Janus Henderson, Richard Bernstein.

Selanjutnya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data defisit neraca perdagangan Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Selasa. Sementara itu, belum ada laporan kinerja keuangan perusahaan besar yang dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya