Liputan6.com, Jakarta - Sudah 31 tahun Edi Purwanto, warga Desa Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan berprofesi sebagai petani. Dari yang awalnya menggarap lahan miik orang lain, kini punya lahan sendiri yang cukup luas. Hal tersebut tak bisa dilepaskan dari peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang ia ajukan pada tahun 2006 silam. Pilihan mengajukan pinjaman ke BRI karena kantor bank pelat merah ini merupakan yang terdekat dari tempat tinggalnya. Edi akhirnya memperoleh tambahan modal bertahap melalui fasilitas suplesi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usaha.
“Awalnya saya pinjam Rp5 juta itu tanpa agunan. Kedua jadi Rp25 juta, lalu Rp50 juta, dan sekarang alhamdulillah Rp100 juta.” ungkap Edi yang merupakan petani holtikultura itu, dikutip dari Instagram resmi @bankbri_id pada Minggu (28/6/2026).
Advertisement
Tambahan modal ini menjadi titik balik yang mempercepat perkembangan usaha Edi. Awalnya, modal merupakan kendala bagi Edi. Kini keberadaanya justru menjadi kekuatan untuk memperluas lahan garapan, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlangsungan usaha.
“KUR BRI sangat membantu (para petani kecil, red) karena bunganya murah, dan juga mudah. Kami (petani, red) tidak perlu memikirkan agunan untuk minjam modal ke BRI,” imbuh Ketua Kelompok Tani Usaha Baru Sejahtera itu.
Segudang Manfaat KUR BRI
KUR BRI yang Edi dapatkan tidak hanya berfungsi sebagai modal pertanian, tetapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti membangun tempat tinggal sampai menyekolahkan anak hingga jenjang kuliah.
“Menurut saya BRI ini sangat membantu, terutama untuk petani. Bisa menyekolahkan anak sampai kuliah, yang kedua, bisa bikin tempat tinggal,” imbuh Edi.
Edi pun menyampaikan terima kasih karena BRI melalui BRI Peduli telah memberikan modal usaha bagi para petani kecil di daerah-daerah. Ia juga menjelaskan keramahan Mantri BRI yang tak segan turun langsung ke kebun pertanian. Hal ini membuat para petani kecil cukup dekat secara emosional dengan para mantri BRI.