Bocah 5 Tahun Meninggal Diduga Digigit Ular Weling

Seorang bocah di Pekalongan meninggal dunia setelah diduga digigit ular berbisa saat tertidur.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 06 Juli 2026, 20:14 WIB
Bocah berinisial KA (5) diduga digigit ular weling. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Liputan6.com, Jakarta - Ketenangan warga Desa Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah mendadak geger. Kondisi itu setelah salah seorang warga setempat, tewas digigit ular berbisa.

Korban meninggal dunia adalah seorang bocah berinisial KA (5). Ia diduga digigit ular weling, saat sedang tidur di rumah kakeknya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/7/2026) dini hari.

Kabar meninggalnya korban diduga digigit ular, kemudian dilaporkan oleh Kepala Desa Mesoyi ke Polsek Talun pada pukul 13.30 WIB.

Menerima laporan itu, polisi bergerak cepat mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Polsek Talun juga berkoordinasi dengan Tim INAFIS Satreskrim Polres Pekalongan, untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian.

Dari hasil penyelidikan awal, kejadian ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Kala itu, korban tengah tertidur pulas di ruang tengah di rumah kakeknya.

Malam itu, korban mendadak terbangun dan mengadu kesakitan. Bocah lima tahun itu menangis kaki kanannya terasa sakit pada kaki kanan.

Mendengar korban terbangun, sang kakek bernama Rusmani (65) ikut terjaga dari tidurnya setelah mendengar korban menangis.

Saat terbangun itu, Rusmani juga sempat melihat seekor ular jenis weling berada di sekitar tempat tidur korban. Melihat keberadaan ular tersebut, Rusmani mencari kayu dan langsung memukul ular tersebut hingga mati.

 

Mendapat Penanganan Medis

Bocah berinisial KA (5) diduga digigit ular weling. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Karena kondisi korban sangat mengkhawatirkan, kemudian dirujuk RSUD Kajen malam itu juga. Korban mendapatkan penanganan medis, usai digigit ular.

Selama perjalanan hingga tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kajen, korban sempat mendapatkan penanganan dari tim medis. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, nyawa korban pun tak tertolong.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka di Desa Mesoyi. Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Mesoyi.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com di lokasi, korban sehari-harinya tinggal bersama kedua kakeknya di Desa Mesoyi. Sedangkan ibu korban bekerja di Jakarta. Selama ini, korban biasanya tidur di ruang tengah rumah bersama kakeknya.

Terpisah, Kapolsek Talun Iptu Heru Santoso mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.

"Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat gigitan ular weling saat sedang tidur," ujar Heru.

Meski meninggalnya korban bukan karena unsur tindak kejahatan, namun Heru tetap melakukan pendataan dan dokumentasi sebagai bagian dari penanganan kepolisian.

Heru juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan ular, terutama saat musim hujan maupun di lingkungan rumah yang berdekatan dengan area persawahan, kebun, atau semak semak.

"Kami mengimbau warga agar rajin membersihkan lingkungan sekitar rumah, menutup celah yang berpotensi menjadi tempat masuknya ular, serta segera meminta pertolongan medis apabila terjadi gigitan ular berbisa," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya