Investasi Pribadi, Direktur Amman Mineral Beli Saham Rp 3 Miliar

Direktur Amman Mineral Internasional (AMMN) Aditya Sasmito kini mengenggam 73,73 juta saham AMMN.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Juli 2026, 18:10 WIB
Pembangunan konstruksi smelter tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk. (Dok AMMAN)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Aditya Sasmito menambah kepemilikan saham AMMN. Aksi beli saham AMMN ini dilakukan untuk investasi pribadi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7/2026),Aditya Sasmito membeli 850.000 saham dengan harga Rp 3.530 per saham sehingga nilai pembelian saham mencapai Rp 3 miliar. Aksi pembelian saham itu dilakukan pada 6 Juli 2026.

“Tujuan transaksi investasi pribadi, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham AMMN, ia memiliki 73,73 juta saham AMMN atau setara 0,102%. Sebelumnya, ia memiliki 72,88 juta saham AMMN atau setara 0,10%.

Mengutip data RTI, harga saham AMMN ditutup melemah 1,43% menjadi Rp 3.450 per saham. Harga saham AMMN dibuka naik 50 poin menjadi Rp 3.550 per saham. Harga saham AMMN berada di level tertinggi Rp 3.590 dan terendah Rp 3.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.856 kali dengan volume perdagangan saham 602.001 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 210,6 miliar.

Di sisi lain, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,69% menjadi 5.916,07. Indeks LQ45 menanjak 0,46% menjadi 584,48. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.935,68 dan level terendah Rp 5.857,35. Sebanyak 386 saham menguat sehingga angkat IHSG. 242 saham melemah dan 155 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.630.626 kali dengan volume perdagangan saham 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,5 triliun.

Kinerja Kuartal I 2026

Perusahaan tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), memasuki babak baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau, menyusul selesainya Fase 7 di akhir 2024. Dok Amman

Sebelumnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 dengan membukukan penjualan bersih sebesar USD 808 juta. Dari capaian tersebut, perseroan meraih EBITDA sebesar USD 508 juta dengan margin 63%, serta laba bersih sebesar USD 163 juta dengan margin 20%.

Kinerja tersebut menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring kembali diperbolehkannya ekspor konsentrat, kenaikan harga logam, serta perbaikan berkelanjutan pada operasional perusahaan.

Dari sisi operasional, AMMAN mencatat produksi konsentrat sebesar 167.792 metrik ton kering, yang mengandung sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.115 ons emas. Produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton, sementara produksi emas murni sebesar 66.209 ons.

Meski demikian, tingkat produksi pada kuartal I belum sepenuhnya optimal akibat adanya program pemeliharaan tahunan smelter. Hal ini membuat utilisasi rata-rata produksi berada di kisaran 50% untuk katoda tembaga dan 46% untuk emas murni.

 

Kinerja Operasional

Tambang Batu Hijau merupakan area tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Tambang ini memproduksi konsentrat tembaga berkadar tinggi serta mengandung emas dan perak sebagai mineral pengikutnya. (Dok. Amman Mineral Internasional)

Perseroan juga mencatat penjualan konsentrat sebesar 30.013 metrik ton kering selama periode tersebut, didukung oleh izin ekspor yang masih berlaku hingga akhir April 2026. Namun, perusahaan tidak berencana menggunakan seluruh kuota ekspor karena sebagian konsentrat dialokasikan untuk mendukung peningkatan kapasitas smelter.

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto mengatkaan AMMAN terus melanjutkan sejumlah proyek strategis, termasuk ekspansi pabrik konsentrator serta pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU). Proyek-proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi energi, serta daya saing biaya dalam jangka panjang.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis. Dari sisi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didukung oleh peningkatan jumlah bijih segar yang ditambang serta perbaikan kadar bijih,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

 

Sisi Peleburan dan Pemurnian

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan kinerja keuangan dan operasional pada 2024. (Foto: Amman Mineral Internasional)

Dari sisi peleburan dan pemurnian, AMMAN terus meningkatkan kapasitas operasi smelter dan precious metal refinery (PMR), serta telah berhasil menyelesaikan uji jaminan kinerja di beberapa area utama. Uji yang tersisa menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk diselesaikan pada bulan Juli 2026.

Seiring dengan masih diizinkannya ekspor konsentrat pada kuartal ini, Perseroan juga melaksanakan program pemeliharaan tahunan smelter pada Kuartal I 2026. Sebagai dampak dari waktu henti akibat pemeliharaan yang telah direncanakan serta penjualan sebagian konsentrat yang seharusnya diproses oleh smelter, tingkat produksi selama kuartal tersebut belum mencapai tingkat yang optimal.

Selama kuartal ini, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton (sekitar 61 juta pon), yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 50%, sementara produksi emas murni mencapai 66.209 ons, yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 46%.

“Proyek ekspansi utama kami yang masih berjalan termasuk ekspansi pabrik konsentrator dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) terus berkembang sesuai rencana. Proyek-proyek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas throughput, efisiensi energi, serta daya saing biaya secara keseluruhan,” jelas Arief.

 

Kinerja Keuangan

Perusahaan tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), memasuki babak baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau, menyusul selesainya Fase 7 di akhir 2024. Dok Amman

Kinerja keuangan Kuartal I 2026 mencerminkan perubahan yang signifikan secara tahunan (yoy), didukung oleh kemampuan untuk mengekspor konsentrat, volume penjualan yang lebih tinggi dan harga yang lebih tinggi, serta kinerja operasional yang lebih kuat. Selama periode tersebut, Perseroan menjual produk hasil pemurnian serta sekitar 30.013 metrik ton kering konsentrat, sehingga menghasilkan penjualan bersih sebesar USD 808 juta.

Peningkatan-peningkatan tersebut juga mencerminkan pemulihan yang signifikan pada profitabilitas AMMAN selama kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA meningkat dari negatif USD 42 juta pada Kuartal I 2025 menjadi USD 508 juta, dengan margin EBITDA sebesar 63%. Laba bersih berbalik dari rugi bersih sebesar USD 138 juta pada Kuartal I 2025 menjadi laba bersih sebesar USD 163 juta, yang mencerminkan margin laba bersih sebesar 20%.

Prioritas utama Perseroan tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi kami yang lebih luas termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang.

“Meskipun itu kami tetap mencermati ketidakpastian geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Arief.  

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya