Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham, Senin pagi (6/7/2026). Pergerakan IHSG hari ini terjadi di tengah dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih perkasa dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 0,30% menjadi 5.893. Saat dipantau pukul 09.05 WIB, IHSG melesat 0,79% menjadi 5.921. Indeks saham LQ45 bertambah 0,42% menjadi 584. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.929,69 dan level terendah 5.864,07. Sebanyak 338 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 144 saham melemah dan 201 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 146.895 kali dengan volume perdagangan saham 2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 959 miliar. Posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.982.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 2,04%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi menanjak 1,59% dan sektor saham energi bertambah 1,59%.
Kemudian sektor saham industri naik 0,18%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,24%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,65%, sektor saham kesehatan melompat 0,43%.
Selain itu, sektor saham keuangan mendaki 0,46%, sektor saham properti melambung 0,64%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,91% dan sektor saham transportasi mendaki 0,76%.
Harga saham CUAN melambung 3,28% menjadi Rp 630 per saham. Saham CUAN dibuka stagnan di Rp 610 per saham. Harga saham CUAN berada di level tertinggi Rp 635 dan terendah Rp 610 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.016 kali dengan volume perdagangan saham 233.480 saham. Nilai transaksi Rp 15,4 miliar.
Prediksi IHSG
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rawan koreksi pada perdagangan saham Senin, 6 Juli 2026. IHSG hari ini akan menguji 5.472-5.540. Lalu apa saja strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 2,28% ke posisi 5.875, dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatannya tertahan oleh moving average (MA)20 harian.
Pada timeframe weekly, IHSG melemah 0,35%, dan masih didominasi oleh tekanan jual.
“Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono.
Ia mengingatkan untuk mencermati skenario merah di mana IHSG sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007, 6.286.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900-5.950 dengan target kenaikan di 6.000-6.150. Fanny mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.780-5.850 dan level resistance 5.950-6.000.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Sedangkan Fanny memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Timah Tbk (TINS), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT BFI Finance Tbk (BFIN), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Avia Avian Tbk (AVIA) - Buy on Weakness
Saham AVIA menguat 4,58% ke 320 dan didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. “Saat ini, kami perkirakan posisi AVIA sedang berada pada pada bagian dari wave (3) dari wave [C],” kata Herditya.
Buy on Weakness: 254-288
Target Price: 330, 348
Stoploss: below 248
2.PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness
Saham JPFA menguat 4,37% ke 2.030 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.975-2.020
Target Price: 2.100, 2.210
Stoploss: below 1.925
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Multipolar Tbk (MLPL) - Buy on Weakness
Saham MLPL menguat 3,80% ke 82 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Herditya menuturkan, saat ini, posisi MLPL diperkirakan berada pada bagian awal dari wave 1 dari wave (1).
Buy on Weakness: 79-81
Target Price: 89, 97
Stoploss: below 75
4.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Buy on Weakness
Saham PSAB menguat 4,08% ke 408 dan didominasi oleh volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi PSAB saat ini berada pada bagian awal dari wave [iv] dari wave C,” ujar dia.
Buy on Weakness: 390-402
Target Price: 444, 464
Stoploss: below 374