Bursa Saham Asia Bervariasi, Investor Menanti Risalah Rapat The Fed

Investor yang kembal cermati saham berbasis AI dan menanti rilis risalah rapat the Fed membayangi bursa saham Asia Pasifik, Senin, (6/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Juli 2026, 08:08 WIB
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik akan bergerak bervariasi pada Senin, (6/7/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang beragam ini di tengah investor mempertimbangkan kembali investasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Investor juga fokus pada risalah rapat the Federal Reserve (the Fed) pada Juni yang akan dirilis akhir pekan ini.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang mendatar pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks Topix menguat 0,2%. Indeks Kospi Korea Selatan melompat 0,61%. Di sisi lain, indeks Kosdaq melemah 1%, indeks acuan Australia/ASX 200 melemah 0,23%.

Yen Jepang diperdagangkan pada 161,54 per dolar Amerika Serikat setelah melemah ke level terendah dalam 40 tahun pekan lalu. Won Korea Selatan turun sekitar 0,25% setelah memulai perdagangan 24 jam.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng di Hong Kong di kisaran 23.253, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 23.350,03.

Di sisi lain, kontrak berjangka di Amerika Serikat bervariasi pada Minggu malam waktu setempat. Kontrak berjangka indeks Dow Jones melemah 28 poin atau 0,1%. Kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,4%. Indeks Nasdaq 100 berjangka mendaki 1,3%.

Di wall street pekan lalu, Dow Jones naik hampir 2% pekan lalu, menempatkannya dalam jangkauan 53.000, level yang belum pernah dicapainya. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencatatkan kenaikan tajam pekan lalu, masing-masing naik 1,8% dan 2,1%.

Kenaikan tersebut terjadi bahkan ketika sektor semikonduktor, kekuatan di balik banyak kenaikan pasar tahun ini, melemah pekan lalu. Investor mengurangi eksposur terhadap produsen chip dan beralih ke sektor lain. ETF Semikonduktor VanEck (SMH) turun 3,2%, menandai pekan kerugian kedua berturut-turut.

"Perluasan rotasi sektor merupakan hal positif yang besar, dengan sektor Keuangan, Kesehatan, dan Industri semuanya ditutup pada rekor tertinggi mingguan baru pekan ini dan lebih dari mengimbangi konsolidasi di sektor Semikonduktor,” Head of Technical Strategy Fundstrat, Mark Newton.

 

 

Prediksi Indeks S&P 500

Dalam file foto 11 Mei 2007 ini, tanda Wall Street dipasang di dekat fasad terbungkus bendera dari Bursa Efek New York. (Richard Drew/AP Photo)

“Meskipun penurunan saham semikonduktor merupakan hambatan jangka pendek yang lebih menguntungkan untuk memiliki saham di sektor lain sementara saham tersebut stabil, hal itu belum berdampak signifikan pada indeks pasar secara keseluruhan,”

Newton memperkirakan S&P 500 akan mencapai 8.000 pada pertengahan Agustus. Indeks acuan tersebut ditutup pekan lalu di 7.483,24, sekitar 7% di bawah angka 8.000.

Para trader pekan ini akan mengalihkan perhatian mereka ke Federal Reserve, dengan risalah rapat Juni, yang pertama dipimpin oleh Ketua baru Kevin Warsh, yang akan dirilis pada Rabu.

Penutupan IHSG 3 Juli 2026

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (3/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 2,28% menjadi 5.875,78. Indeks saham LQ45 bertambah 2,88% menjadi 581,78. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.899,30 dan level terendah 5.805,92. Sebanyak 494 saham menguat sehingga angkat IHSG. 154 saham melemah dan 139 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.382.472 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.951.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham industri bertambah 3,61%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 3,24% dan sektor saham infrastruktur bertambah 2,24%.

Sementara itu, sektor saham energi menanjak 1,56%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,49%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,83%, dan sektor saham kesehatan melompat 1,01%.

Lalu sektor saham keuangan bertambah 1,37%, sektor saham properti menanjak 1,94%, sektor saham teknologi melambung 1,76% dan sektor saham transportasi terbang 1,65%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya