BIN Endus Gerakan Boikot Pemilu 2014

Badan Intelijen Negara (BIN) menemukan indikasi terjadinya pergerakan kelompok tertentu yang dapat mengganggu proses Pemilihan Umum 2014.

oleh Sugeng Triono diperbarui 11 Feb 2014, 16:24 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menemukan indikasi terjadinya pergerakan kelompok tertentu yang dapat mengganggu proses Pemilihan Umum 2014. Gerakan tersebut diyakini bertujuan untuk merusak suasana tenang menjelang dan pada saat pelaksanaan pemilu.

Menurut Kepala BIN Letnan Jenderal TNI Purn Marciano Norman, pihaknya sudah mencium gelagat kelompok separatis dari pihak yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pemilu 2014 untuk memboikot atau menyuarakan imbauan untuk tidak memilih alias golongan putih (golput) kepada publik.

"Pelaksanaan proses pemilu juga dihadapkan pada kawanan separatis. Sinyaleman yang ada, elemen separatis aktif menyuarakan golput dan boikot pada pemilu mendatang," ujar Marciano pada acara Rakornas Pemantapan Pemilu di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Tak hanya itu, Marciano juga menyebut telah terjadi peningkatan kerawanan di daerah tertentu menjelang penyelenggaraan pemilu mendatang.

"Di daerah tertentu, intensitas kerawanan meningkat dan beberapa waktu terakhir cenderung meningkat. Termasuk penyerangan personal dan pos aparat keamanan," kata dia.

Peningkatan kerawanan ini, jelas dia, dipicu oleh banyaknya pelaku teroris yang tertangkap dan tewas sehingga kelompok tersebut menuntut balas dendam. "Itu yang memicu balas dendam kelompok radikal," ucap Marciano. (Ado/Sss)

Baca juga:

Simulasi Pengamanan Pemilu di KPU, Kini Tak Ada Pengalihan Arus
Polda Metro Antisipasi Ancaman Bom Pemilu 2014
KPK Didemo Petani, Lalu Lintas Kuningan Dialihkan ke Jalur Cepat
Simulasi Demo Pemilu 2014, Polisi Ledakkan Bom

Dana Simulasi Pengamanan Pemilu, Polisi: Hampir Rp 100 Juta



Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya