Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memiliki cara tersendiri untuk bisa menularkan kesuksesan seseorang ke orang lain dengan harapan bisa mengikuti jalan suksesnya.
Sebagai menteri yang membawahi 141 perusahaan plat merah itu, Dahlan menghimbau kepada para Direktur Utama perusahaan-perusahaan tersebut untuk membukukan kesuksesan riwayat hidupya.
"Saya dorong secara informal mereka harus membukukan itu (riwayat hidup) sebagai sejarah pribadi masing-masing," ungkap Dahlan saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis Selasa (11/2/2014).
Namun dia menegaskan himbauannya tersebut hanya berlaku bagi Dirut BUMN yang sudah memimpin dan menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan kelas kakap.
"Bagi dirut BUMN yang BUMN-nya tumbuh berkembang mengalami kemajuan pesat silahkan, tapi bagi dirut BUMN yang BUMN nya belum maju jangan dulu, lebih baik kerja keras dulu baru bikin buku," imbuh dia.
Tidak hanya didorong untuk menulis buku, orang nomor satu di kementerian BUMN itu mengaku juga mengharuskan Dirut BUMN untuk mampu mengajar, baik di sekolahan maupun di bangku pelatihan kerja.
Dengan adanya kemampuan belajar tersebut harapannya akan menjadikan Dirut mampu berkomunikasi dengan masyarakat termasuk salah satunya baik dalam bermarketing.
"Karena CEO hebat di dunia kan pembicara yang hebat-hebat juga. Misalnya beberapa dirut BUMN yang hebat, perusahaan hebat, bukunya hebat, tapi ketika bicara di panggung tidak hebat. Nah saya minta dalam waktu 6 bulan mereka harus bisa hebat seperti itu," kata Dahlan.
Hingga saat ini Dahlan sendiri mengatakan telah ada setidaknya delapan Direktur Utama BUMN yang sudah menulis buku yang diantaranya Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Dirut Semen Indonseia. (Yas/Nrm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Baca juga:
Dahlan Iskan Andalkan Jambu Citra Demi Saingi Thailand
Dahlan Iskan Wajibkan Semua Dirut BUMN Jago 'Silat'
Ini Syarat BUMN Dapat Berkembang di Tahun Politik
Sebagai menteri yang membawahi 141 perusahaan plat merah itu, Dahlan menghimbau kepada para Direktur Utama perusahaan-perusahaan tersebut untuk membukukan kesuksesan riwayat hidupya.
"Saya dorong secara informal mereka harus membukukan itu (riwayat hidup) sebagai sejarah pribadi masing-masing," ungkap Dahlan saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis Selasa (11/2/2014).
Namun dia menegaskan himbauannya tersebut hanya berlaku bagi Dirut BUMN yang sudah memimpin dan menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan kelas kakap.
"Bagi dirut BUMN yang BUMN-nya tumbuh berkembang mengalami kemajuan pesat silahkan, tapi bagi dirut BUMN yang BUMN nya belum maju jangan dulu, lebih baik kerja keras dulu baru bikin buku," imbuh dia.
Tidak hanya didorong untuk menulis buku, orang nomor satu di kementerian BUMN itu mengaku juga mengharuskan Dirut BUMN untuk mampu mengajar, baik di sekolahan maupun di bangku pelatihan kerja.
Dengan adanya kemampuan belajar tersebut harapannya akan menjadikan Dirut mampu berkomunikasi dengan masyarakat termasuk salah satunya baik dalam bermarketing.
"Karena CEO hebat di dunia kan pembicara yang hebat-hebat juga. Misalnya beberapa dirut BUMN yang hebat, perusahaan hebat, bukunya hebat, tapi ketika bicara di panggung tidak hebat. Nah saya minta dalam waktu 6 bulan mereka harus bisa hebat seperti itu," kata Dahlan.
Hingga saat ini Dahlan sendiri mengatakan telah ada setidaknya delapan Direktur Utama BUMN yang sudah menulis buku yang diantaranya Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Dirut Semen Indonseia. (Yas/Nrm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Baca juga:
Dahlan Iskan Andalkan Jambu Citra Demi Saingi Thailand
Dahlan Iskan Wajibkan Semua Dirut BUMN Jago 'Silat'
Ini Syarat BUMN Dapat Berkembang di Tahun Politik