Sumur Mengering, Ratusan Warga Sukabumi Krisis Air Bersih

Petugas P2BK Cibadak ungkap sumur warga mengering sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 04 Juli 2026, 06:15 WIB
Sumur dan Sawah Mengering, Ratusan Warga di Cibadak Sukabumi Kesulitan Air Bersih

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih setelah proyek perbaikan saluran irigasi di Desa Karang Tengah menyebabkan sumur-sumur warga mengering.

Tak hanya mengganggu kebutuhan air sehari-hari, kondisi tersebut berdampak pada lahan pertanian, perkebunan, hingga kolam ikan milik warga yang ikut mengering.

Menyikapi kondisi itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki.

Petugas P2BK Cibadak, Mawaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sebelum melakukan asesmen ke lokasi.

"Kami menerima laporan warga mengenai kelangkaan air bersih. Setelah dilakukan asesmen di lapangan, ternyata dampaknya cukup meluas di dua wilayah desa," ujar Mawaldi, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, kekeringan dipicu perbaikan darurat saluran air di wilayah hulu yang menyebabkan pasokan air ke permukiman terhenti.

"Sumur warga mengering sejak saluran air di atas tidak mengalir karena sedang diperbaiki di wilayah Desa Karang Tengah. Dampaknya langsung terasa ke permukiman," jelasnya.

 

Bantuan Distribusi Air

Berdasarkan data BPBD, wilayah terdampak meliputi Kampung Lingkungan Sari RW 21, Kelurahan Cibadak, dengan 150 KK. Selain itu, Kampung Cikiwul Tonggoh RT 02/RW 01 di Desa Sekarwangi sebanyak 125 KK serta RT 03/RW 01 sebanyak 40 KK juga mengalami krisis air bersih.

"Selain sumur warga yang mengering, area perkebunan, sawah, hingga kolam ikan milik warga juga ikut surut drastis akibat terhentinya pasokan air ini," tambah Mawaldi.

Sebagai langkah penanganan sementara, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki akan terus dilakukan secara berkala ke wilayah-wilayah yang terdampak hingga pasokan air kembali normal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya