Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) buka suara terkait informasi yang menyebut ada 60 ribu calon mahasiswa baru yang mundur pada tahun ini. Mereka menyebut informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja. Ia menegaskan proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun ini akan berakhir 31 Juli 2026.
Advertisement
Sebelumnya ramai diperbincangkan ada 60 ribu calon mahasiswa yang mundur di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dengan DPR RI pekan lalu. Beny menyebut angka itu sebenarnya merujuk pada pemaparan data evaluasi tahun 2025.
Beny merinci bahwa dari total daya tampung nasional sebanyak 627 ribu kursi pada tahun 2025, yang berhasil diterima melalui proses seleksi adalah 585 ribu orang. Selisih sekitar 40 ribu kursi kosong murni disebabkan oleh ketidakpenuhan daya tampung karena peserta tidak memenuhi standar kualitas minimal, bukan karena mengundurkan diri.
"Dari angka tersebut memang benar ada yang tidak daftar ulang. Jika dihitung data tahun 2025 adalah 17 ribuan atau sekitar 2,8 persen dari yang diterima," kata Beny dilansir Antara.
Beny menjelaskan ada tiga alasan utama calon mahasiswa itu mundur. Alasan pertama adalah ketidakcocokan program studi, kedua, peserta mengikuti seleksi perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian lain lalu yang ketiga adalah alasan finansial.
Beny menyebut sejumlah pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ternyata tidak memenuhi kelayakan sehingga terpaksa mundur sambil mencari alternatif pembiayaan atau beasiswa dari pihak lain.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.