Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) memperkuat sinergi untuk mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional.
Rahmad mengatakan, kedua BUMN akan mengoptimalkan kekuatan masing-masing untuk membangun rantai nilai industri yang lebih terintegrasi, mulai dari penyediaan energi, pemanfaatan gas bumi, hingga pengembangan produk hilir bernilai tambah.
Advertisement
"Sebagai produsen urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengolah gas bumi sebagai bahan baku utama industri pupuk dan petrokimia,” kata Rahmad di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi pengembangan metanol dan produk kimia lainnya, penyediaan serta pemanfaatan gas bumi untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pengembangan energi bersih seperti green hydrogen dan green ammonia.
“Sementara itu, Pertamina memiliki kekuatan besar di sektor energi nasional. Kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pengembangan metanol, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, hingga pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Rahmad.
Kolaborasi juga mencakup pengembangan teknologi pendukung industri serta peluang sinergi lain yang mendukung penguatan sektor energi dan industri nasional. Rahmad menilai ketahanan energi dan ketahanan pangan kini tidak lagi dapat dipisahkan karena keduanya menjadi fondasi utama kedaulatan bangsa.
"Ke depan, ketahanan pangan dan ketahanan energi tidak dapat lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah,” katanya.
Tingkatkan Keandalan Pasokan
Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan bahan baku, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan energi dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, sinergi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan.
Menurut Simon, kerja sama kedua BUMN menjadi semakin penting karena masing-masing memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor energi dan pangan nasional.
"Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia, yakni energi dan pangan,” ujar Simon.
Komitmen tersebut diwujudkan keduanya melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penjajakan kerja sama di bidang pengembangan metanol, clean ammonia, pemanfaatan gas bumi, serta energi baru terbarukan.
Pupuk Indonesia Kaji Akuisisi Saham Tambang Belarus
Sebelumnya, Pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia tengah menjajaki investasi strategis di sektor pertambangan potas di Belarus. Langkah tersebut dilakukan melalui proses due diligence atau uji tuntas sebagai bagian dari rencana penyertaan saham di tambang potas.
Pemerintah menilai kepemilikan saham di tambang tersebut penting untuk menjaga pasokan bahan baku pupuk nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, PT Pupuk Indonesia saat ini masih melakukan kajian menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.
"PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang (Potas di Belarus)," kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).
Menurut Airlangga, proses uji tuntas dilakukan untuk memastikan rencana investasi tersebut dapat mendukung keberlanjutan produksi pupuk, khususnya pupuk NPK yang membutuhkan bahan baku potas.