Gaya Kembar Brigitte Macron dan Ratu Suthida dari Thailand di Istana Élysée Paris

Ratu Suthida dari Thailand dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron memilih warna pink pastel dalam kunjungan kenegaraan pada akhir Juni 2026.

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 03 Juli 2026, 07:00 WIB
Ratu Suthida dari Thailand dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron tampil kembar di kunjungan kerajaan (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Momen kunjungan kenegaraan Kerajaan Thailand ke Prancis pada akhir Juni 2026 tak hanya menjadi sorotan diplomasi internasional, tetapi juga menghadirkan salah satu fashion moment paling menarik di kalangan pengamat kerajaan dunia. Saat menyambut Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida di Élysée Presidential Palace, Paris, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron dan Ratu Suthida tampil serasi dalam palet warna yang sama: pink pastel yang feminin dan elegan.

Tanpa disengaja, Ratu Suthida dan Brigitte Macron seolah menghadirkan interpretasi berbeda dari satu warna yang sama. Keduanya membuktikan bahwa warna pink pastel tak lagi identik dengan kesan manis semata, melainkan juga mampu merepresentasikan kekuatan, kelembutan, dan kemewahan dalam satu tampilan. Penampilan keduanya pun langsung menjadi perbincangan di berbagai media internasional dan komunitas pengamat kerajaan.

Ratu Suthida tampil memukau dalam balutan setelan bernuansa dusty pink pastel yang memancarkan keanggunan khas kerajaan Thailand modern. Busana tersebut terdiri dari jaket tailored dengan siluet ramping dan detail kancing bernuansa senada yang dipadukan dengan rok panjang berpotongan lurus. Potongan busana yang terstruktur namun lembut tersebut menjadi ciri khas gaya Ratu Suthida yang selama ini dikenal selalu mengedepankan kesopanan sekaligus kemewahan yang understated.

 

Gaya Clean Cut Brigitte Macron

Ratu Suthida dari Thailand dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron tampil kembar di kunjungan kerajaan (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP)

Untuk melengkapi penampilannya, Ratu Suthida memilih aksesori mutiara klasik serta sarung tangan berwarna senada, menghadirkan nuansa royal yang timeless. Riasan wajahnya pun dibuat natural dengan complexion bercahaya, sapuan blush lembut, dan lipstik pink nude yang semakin mempertegas aura feminin dan anggun sang ratu.

Di sisi lain, Brigitte Macron tampil dengan interpretasi khas Prancis yang lebih modern dan minimalis. First Lady Prancis tersebut mengenakan dress coat berpotongan lurus dengan warna pink pastel lembut yang nyaris identik dengan busana Ratu Suthida. Siluet clean-cut dengan detail garis bahu tegas menjadi ciri khas gaya Brigitte Macron yang selama ini dikenal menyukai tailoring elegan dan sophisticated.

Brigitte melengkapi penampilannya dengan pointed heels nude dan aksesori minimalis, membiarkan kekuatan warna serta siluet busananya menjadi pusat perhatian. Rambut pirang khasnya yang ditata blowout lembut semakin memperkuat estetika Parisian chic yang selama ini melekat pada dirinya.

 

Anggun dan Lembut

Meski berasal dari dua latar budaya berbeda, penampilan Ratu Suthida dan Brigitte Macron memperlihatkan bagaimana warna pink pastel dapat diterjemahkan secara universal sebagai simbol keanggunan dan kelembutan. Jika Ratu Suthida menghadirkan sentuhan royal feminin yang klasik, Brigitte Macron justru menawarkan interpretasi modern yang effortless.

Kesamaan pilihan warna tersebut juga menunjukkan tren fashion diplomatik yang semakin menarik untuk diamati. Dalam berbagai kunjungan kenegaraan, busana kerap menjadi bahasa nonverbal yang menyampaikan rasa hormat, kedekatan, hingga keselarasan antarpemimpin dunia.

Di Élysée Palace hari itu, pink pastel tampaknya berhasil menjadi bahasa universal yang menyatukan dua ikon gaya dari dua negara berbeda—dan tanpa sengaja menciptakan salah satu momen fashion kerajaan paling berkesan di tahun 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya