TikTok Benamkan AI Symphony dan Dreamina untuk Mudahkan UKM Bikin Konten

TikTok memperkenalkan rangkaian solusi kreatif berbasis AI untuk memangkas batasan produksi konten.

oleh IskandarDiterbitkan 03 Juli 2026, 12:00 WIB
Kantor TikTok Singapura. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Singapura - TikTok kian agresif memperkuat teknologi periklanannya dengan memaksimalkan kecerdasan buatan (AI) guna membantu para pelaku bisnis berskala kecil (UKM) dalam meraih dampak usaha yang signifikan.

Melalui tema 'Mini Moments, Max Impact' dalam TikTok Apps Summit 2026 yang digelar di Singapura, belum lama ini, TikTok meluncurkan rangkaian solusi kreatif berbasis AI untuk memangkas batasan produksi konten.

Head of APAC Business Marketing Strategy TikTok, Christopher Junaidi, menjelaskan salah satu kendala utama para pengiklan baru adalah tingginya biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi konten video dalam jumlah besar demi menjaga awareness.

Untuk mengatasi hal tersebut, TikTok mengintegrasikan lini kreatif TikTok Symphony dengan alat kreasi visual Dreamina. Kolaborasi teknologi ini membantu pelaku usaha mengelola seluruh siklus periklanan, mulai dari pencarian konsep, penyusunan skrip (scripting), pembuatan alur cerita (storyline), hingga tahap pelaporan performa iklan.

"Dengan bantuan AI, seorang pengusaha kecil yang hanya memiliki dua hingga tiga karyawan tetap mampu memproduksi hingga 100 video per bulan. AI menyederhanakan prosesnya," kata Christopher kepada Tekno Liputan6.com, ditulis Kamis (2/7/2026).

Selain efisiensi produksi, TikTok juga menyediakan fitur AI Summary di dalam Symphony, serta sistem manajemen otomatisasi kerja untuk membantu mengoptimalkan kampanye pemasaran secara mandiri.

 

Komitmen Keamanan Terhadap Konten AI

Di balik kecanggihan AI yang ditawarkan, TikTok menyadari adanya risiko penyalahgunaan teknologi, seperti maraknya fenomena deepfakes atau video ulasan produk berbasis AI yang manipulatif.

Menanggapi hal tersebut, Chris menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi dan keamanan digital secara ketat lewat tiga lapisan pelindung:

  • Panduan Komunitas yang Ketat: Berlaku sebagai regulasi utama. Akun pengiklan atau kreator yang melakukan pelanggaran berat dapat langsung dihapus permanen.
  • Kewajiban Labelisasi (Labeling): Pengunggah wajib mengaktifkan tombol penanda konten AI. Jika sistem mendeteksi adanya indikasi manipulasi visual AI tanpa label, TikTok akan menyematkan label tersebut secara otomatis.
  • Moderasi Ganda: Menggabungkan validasi otomatisasi sistem dengan tim moderator manusia yang menyaring keamanan konten setiap hari.

"Kami juga menekankan tanggung jawab penuh pada pengunggah video. Pengiklan harus memastikan mereka telah mengantongi izin resmi terhadap seluruh aset, wajah, maupun logo yang dimodifikasi menggunakan AI sebelum ditayangkan," Chris memungkaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya