Jurnalis AS Dorong Pembentukan Partai Ketiga

Tucker Carlson adalah jurnalis AS yang mendorong pembentukan partai politik ketiga sebagai alternatif di luar Partai Republik dan Partai Demokrat.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 03 Juli 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi negara Amerika Serikat merayakan Memorial Day. Credits: pexels.com by Brett Sayles

Liputan6.com, Washington DC - Jurnalis asal Amerika Serikat, Tucker Carlson, menyatakan akan berupaya mendorong pembentukan partai politik ketiga sebagai alternatif di luar Partai Republik dan Partai Demokrat.

Dalam wawancara dengan Columbia Journalism Review yang dikutip Rabu (1/7/2026), Carlson menilai sistem politik Amerika Serikat saat ini tidak menawarkan pilihan yang benar-benar berbeda bagi masyarakat.

"Itu bukan demokrasi. Itu adalah negara satu partai yang berpura-pura menjadi negara demokrasi, dan sistem itu harus diubah. Akan ada partai ketiga, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," ujar Carlson.

Meski demikian, ia menegaskan tidak berniat mencalonkan diri sebagai kandidat dari partai baru tersebut, dikutip dari laman Antara News, Jumat (3/7).

Pernyataan Carlson muncul setelah hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pada April lalu, Trump mengkritik Carlson bersama sejumlah jurnalis dan komentator konservatif lainnya, seperti Candace Owens, Megyn Kelly, dan Alex Jones, karena menentang keputusan pemerintah melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Sementara itu, Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemilu paruh waktu (midterm elections) pada 3 November 2026. Sejumlah analis memperkirakan Partai Republik berisiko kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS kepada Partai Demokrat.

Potensi penurunan dukungan terhadap Partai Republik dikaitkan dengan merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Trump setelah kampanye militer terhadap Iran serta kenaikan harga energi.

Gagasan pembentukan partai baru sebelumnya juga sempat mencuat dari miliarder Elon Musk. Pada Desember 2025, sejumlah media AS melaporkan Musk mempertimbangkan mendirikan partai politik bernama "Partai Amerika".

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Wakil Presiden JD Vance dilaporkan meyakinkan Musk bahwa kehadiran partai baru berpotensi memecah suara konservatif dan melemahkan Partai Republik dalam Pemilu 2026.

Menurut laporan The Washington Post, Musk kemudian memutuskan tetap memberikan dukungan kepada Partai Republik pada pemilu paruh waktu mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya