Liputan6.com, Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) mengonfirmasi pengunduran diri Daud Joseph dari posisi Direktur Utama perusahaan. Proses bisnis perusahaan dipastikan tidak terganggu. Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan mengonfirmasi pengunduran diri Daud Joseph. Permintaan itu telah diterima pada 2 Juli 2027. Adapun, alasan pengunduran diri disebut berkaitan dengan kepentingan pribadi.
"PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Direktur Utama, Daud Joseph telah menyampaikan permintaan pengunduran diri dari jabatannya pada tanggal 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," kata Iwan dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (2/7/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, perusahaan menghormati keputusan tersebut. Serta mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.
"Selanjutnya, PT Pos Indonesia (Persero) memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku," ucap dia.
Iwan menjelaskan, selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder.
Layanan Tetap Jalan
Iwan menjelaskan lagi, sebagai bagian dari Danantara, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah Pemegang Saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Termasuk memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung.
"PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis Perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan," tegas dia.
Tujuh BUMN Logistik Resmi Digabung
Sebelumnya, Konsolidasi tujuh perusahaan logistik milik negara resmi dimulai setelah dilakukannya penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan pada Selasa (30/6/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan efisiensi layanan logistik di Indonesia.
Prosesi penandatanganan berlangsung di Pos Bloc Jakarta dan dihadiri perwakilan dari tujuh perusahaan yang terlibat dalam penggabungan, yakni Pelindo Solusi Logistik melalui Multi Terminal Indonesia, Pelindo Solusi Logistik melalui Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta Krakatau Integrated Logistics.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM), Aurelius Altius Rosimin, mengatakan penggabungan tersebut menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan Konsolidasi BUMN Logistik Nasional yang diinisiasi Danantara Asset Management. Program tersebut merupakan bagian dari transformasi portofolio perusahaan untuk mendukung target pembangunan jangka panjang nasional.
"Penggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujarnya dikutip Rabu (1/7/2026).
Ekosistem Logistik Terintegrasi
Melalui konsolidasi ini, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem logistik yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Penyatuan berbagai entitas tersebut diharapkan mampu memperbesar kapasitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi duplikasi fungsi yang selama ini terjadi di antara perusahaan logistik BUMN.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing industri logistik nasional sekaligus mendorong penurunan biaya logistik Indonesia yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN.
Dalam konsolidasi tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) mendapat peran strategis sebagai salah satu pilar utama ekosistem logistik baru. Perseroan menyatakan siap mendukung proses transformasi dengan memanfaatkan jaringan operasional.