Swasembada, Produksi Beras Januari-Agustus 2026 Tembus 25,28 Juta Ton

Produksi beras Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 25,28 juta ton pada Januari-Agustus 2026. Pemerintah menilai tren ini memperkuat ketahanan pangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Juli 2026, 12:45 WIB
Produksi beras pada masa panen raya padi cukup berlimpah sehingga kebijakan impor beras tidak harus dilakukan (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis target swasembada pangan semakin mendekati kenyataan. Keyakinan tersebut didukung proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan produksi beras Indonesia untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Amran, peningkatan produksi beras menunjukkan berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian mulai memberikan hasil. Mulai dari percepatan tanam, rehabilitasi jaringan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya produksi.

"Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera," kata Amran dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026).

Amran menambahkan, tren kenaikan produksi beras nasional juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO). Lembaga tersebut memperkirakan produksi beras Indonesia sepanjang 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.

"Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global," ujar Amran.

 

Peningkatan Kesejahteraan Petani

Panen Padi dengan Combine.

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah terus memperkuat berbagai program prioritas di sektor pertanian. Langkah yang ditempuh antara lain pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa, pengembangan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, hingga penguatan hilirisasi sektor pertanian.

Amran menegaskan peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi.

"Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan kenaikan produksi beras didukung oleh meningkatnya produksi padi dan bertambahnya luas panen.

Pada Mei 2026, produksi beras untuk konsumsi masyarakat tercatat mencapai 2,84 juta ton. Adapun potensi produksi beras sepanjang Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 8,42 juta ton, atau meningkat 0,10 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Pertambahan Luas Panen Padi

Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim), menjadi daerah penghasil beras terbesar se-Indonesia, sejak tahun 2021-2023.

BPS juga mencatat produksi padi terus menunjukkan tren positif. Produksi padi pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).

Sementara itu, potensi produksi padi sepanjang Juni hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025," kata Ateng.

Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, naik 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.

Kenaikan luas panen dan produksi tersebut menjadi salah satu indikator yang memperkuat optimisme pemerintah terhadap pencapaian target swasembada pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional pada 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya