Liputan6.com, Jakarta - Anthropic akhirnya mengaktifkan kembali model kecerdasan buatan (AI) unggulannya, Claude Fable 5, secara global mulai Rabu (1/7/2026) waktu Amerika Serikat (AS).
Langkah ini diambil setelah Departemen Perdagangan AS mencabut sanksi kontrol ekspor yang sempat melumpuhkan model tersebut selama hampir tiga minggu. Demikian sebagaimana dikutip dari The Hacker News, Kamis (2/7/2026).
Advertisement
Kembalinya Fable 5 ke layanan Claude.ai, Claude Platform, Claude Code, dan Claude Cowork menandai berakhirnya drama regulasi ketat yang sempat mengguncang industri AI.
Sebelumnya, pada 12 Juni 2026, pemerintah AS memerintahkan Anthropic untuk memblokir akses Fable 5 dan kembarannya yang lebih sensitif, Mythos 5, bagi seluruh warga negara asing, baik di dalam maupun di luar AS.
Karena keterbatasan teknis untuk memverifikasi kewarganegaraan pengguna secara real-time, Anthropic terpaksa mematikan total kedua model tersebut demi mematuhi aturan.
Kebocoran Keamanan 'Jailbreak'
Sanksi darurat tersebut bermula ketika tim peneliti Amazon menemukan celah jailbreak pada Fable 5--sebuah teknik manipulasi perintah (prompt) untuk menembus sistem keamanan AI.
Dalam temuan tersebut, Fable 5 berhasil mendeteksi celah keamanan perangkat lunak dan menulis kode yang menunjukkan cara mengeksploitasi kelemahan tersebut.
Meski pemerintah AS menganggap hal ini sebagai ancaman serius, Anthropic sempat meremehkan temuan tersebut. Mereka berargumen bahwa model AI lain yang lebih lemah, seperti Claude Opus 4.8, OpenAI GPT-5.5, hingga Kimi K2.7 buatan China, juga bisa melakukan hal serupa.
Menurut Anthropic, kemampuan tersebut adalah bagian dari pekerjaan keamanan defensif rutin, bukan sebuah "kemampuan super" yang tersembunyi.
Kompromi demi Keamanan
Guna meredakan kekhawatiran pemerintah, Anthropic akhirnya menyematkan filter keamanan baru yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan memblokir teknik jailbreak tersebut dengan tingkat keberhasilan di atas 99 persen.
Jika sistem mendeteksi adanya indikasi peretasan, permintaan pengguna otomatis dialihkan ke model yang lebih lemah, Claude Opus 4.8, disertai notifikasi resmi. Efek sampingnya, filter ketat ini berpotensi meningkatkan alarm palsu pada aktivitas coding yang normal.
Sementara itu, nasib Mythos 5--yang memiliki sistem pengaman lebih longgar--masih dibatasi ketat. Aksesnya baru dibuka terbatas bagi sekitar 100 perusahaan AS dan lembaga federal yang mengelola infrastruktur kritis.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengonfirmasi pencabutan sanksi ini setelah melakukan tinjauan mendalam bersama Anthropic selama dua pekan. Sebagai imbalannya, Anthropic berkomitmen untuk berburu celah keamanan secara mandiri, berkoordinasi sebelum meluncurkan produk baru, dan melaporkan setiap aktivitas berbahaya.
Tensi Politik dan Persaingan Global
Negosiasi alot ini kabarnya dipimpin oleh salah satu pendiri Anthropic, Tom Brown, menggantikan CEO Dario Amodei yang belakangan kerap bersitegang dengan pemerintah.
Perseteruan ini juga memicu perdebatan di industri. Francesco Bailo, peneliti tata kelola AI dari University of Sydney, menilai pembatalan sanksi ini sebagai bentuk pengakuan pemerintah AS bahwa reaksi mereka sebelumnya terlalu berlebihan.
Di sisi lain, para petinggi teknologi sempat memperingatkan bahwa membekukan model AI di tengah agresifnya perkembangan model open-source dari China adalah langkah yang merugikan bagi peta persaingan global.
Sebagai solusi jangka panjang, Anthropic kini mengusulkan sistem standardisasi baru untuk mengukur tingkat bahaya jailbreak berdasarkan empat indikator: peningkatan kemampuan, cakupan serangan, kemudahan senjataisasi, dan tingkat kemudahan penemuan celah.
Untuk kasus kritis yang mengancam infrastruktur vital, Anthropic berjanji akan langsung menerapkan perbaikan instan lewat tim pengawas yang bekerja 24 jam.