Indonesia Absen, Tokyo Jepang Jadi Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026

Tokyo, Jepang, juara. Kualitas hidup warga jadi faktor utama penilaian daftar Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 01 Juli 2026, 20:00 WIB
Di momen ini orang-orang dari segala usia akan berkumpul di bawah pohon sakura untuk hanami. Tampak dalam foto, orang-orang berbincang di bawah pohon sakura di sebuah taman di Tokyo pada Senin 30 Maret 2026. (Yuichi YAMAZAKI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, kota-kota besar, seperti Tokyo, tidak lagi hanya dinilai dari gedung pencakar langit, pertumbuhan ekonomi, atau jumlah investasi yang masuk. Kini, kualitas hidup warga menjadi ukuran penting untuk melihat apakah sebuah kota benar-benar nyaman untuk ditinggali.

Publikasi asal London, Inggris, Monocle, melansir situs webnya, Selasa, 30 Juni 2026, melalui Quality of Life Survey menempatkan Tokyo, Jepang, sebagai kota paling layak huni di dunia tahun ini. Sementara itu, tidak ada kota dari Indonesia yang masuk dalam daftar 20 besar tersebut.

Survei Monocle menilai kota berdasarkan berbagai aspek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari keamanan, konektivitas, tata kelola, ruang hijau, budaya, kuliner, ritel, arsitektur, hingga kemampuan kota menciptakan suasana hidup yang menyenangkan.

Berbeda dari sejumlah indeks kota yang lebih banyak mengandalkan angka ekonomi, outlet media itu melihat kualitas hidup melalui pengalaman manusia yang tinggal di dalamnya. Kota yang dianggap unggul bukan hanya yang berkembang pesat, tapi juga yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan, kenyamanan, dan rasa memiliki.

Tokyo Pimpin Daftar Kota Paling Layak Huni

Tokyo berada di posisi pertama berkat kemampuannya menjaga ketertiban dan rasa aman meski menjadi salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia. Kota berpenduduk sekitar 14 juta orang ini dikenal dengan transportasi publik yang efisien, tingkat kriminalitas rendah, serta budaya sosial yang menekankan kepedulian terhadap orang lain.

 

Kebiasaan Sehari-hari

Yamanote Line adalah jantung jaringan tranportasi raksasa di Tokyo karena melewati sebagian besar kawasan bisnis dan hiburan. Foto yang diambil pada tanggal 19 Juni 2024 ini menunjukkan para penumpang yang keluar dari kereta di stasiun Hamamatsucho, salah satu dari 30 stasiun di sepanjang Jalur JR Yamanote di Tokyo. (Richard A. Brooks/AFP)

Monocle menyoroti kebiasaan sehari-hari warga Tokyo sebagai salah satu kekuatan utama kota tersebut, mulai dari antrean yang tertib di stasiun, suasana tenang dalam transportasi umum, hingga budaya pelayanan yang penuh perhatian.

"Begitu banyak hal tentang Tokyo berasal dari pola perilaku yang ditanamkan sejak lahir, seperti berbicara dengan suara pelan di transportasi umum, mengantre dengan sabar di peron, hingga keramahan saat memulai sebuah hidangan," tulis mereka dalam survei.

Namun, Tokyo juga menghadapi tantangan akibat meningkatnya jumlah wisatawan dan kenaikan biaya hidup. Pemerintah kota perlu menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap dunia dan kenyamanan penduduk lokal.

Copenhagen dan Lisbon Lengkapi 3 Besar

Copenhagen, Denmark, menempati posisi kedua. Kota ini mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kota paling ramah sepeda di dunia. Sekitar 29 persen perjalanan harian warga dilakukan menggunakan sepeda. 

Kota-Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026

Parkir sepeda ada di setiap sudut kota Copenhagen, Denmark. Mulai dari stasiun, hotel, sampai pusat perbelanjaan (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Selain infrastruktur hijau, Copenhagen memiliki tingkat kepercayaan sosial yang tinggi, tingkat kriminalitas rendah, serta budaya yang menghargai keseimbangan kehidupan kerja dan waktu luang. Meski begitu, kota ini masih menghadapi persoalan ketersediaan hunian.

Pemerintah mulai membatasi pembangunan hotel karena meningkatnya kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat lokal. Sementara itu, Lisbon, Portugal, berada di posisi ketiga. Kota ini berhasil menggabungkan warisan sejarah dengan perkembangan modern melalui transportasi publik, ruang budaya, dan kehidupan kota yang dinamis.

Lisbon menarik perhatian melalui kuliner, arsitektur, pasar lokal, hingga komunitas kreatif yang berkembang. Namun, meningkatnya popularitas kota tersebut juga menimbulkan tekanan terhadap harga hunian.

Berikut adalah 20 Kota Paling Layak Huni Dunia 2026 versi Monocle:

1. Tokyo, Jepang

2. Copenhagen, Denmark

3. Lisbon, Portugal

4. Vienna, Austria

5. Sydney, Australia

6. Zürich, Swiss

7. Madrid, Spanyol

8. Paris, Prancis

9. Munich, Jerman

10. Oslo, Norwegia

Dominasi Kota-Kota di Asia dan Eropa

Stockholm, Sweden. (Photo: Catalina Johnson/Unsplash)

11. Stockholm, Swedia

12. Milan, Italia

13. Barcelona, Spanyol

14. Singapura

15. Amsterdam, Belanda

16. Helsinki, Finlandia

17. Seoul, Korea Selatan

18. Melbourne, Australia

19. Vancouver, Kanada

20. Perth, Australia dan Kyoto, Jepang (peringkat bersama)

Daftar tersebut menunjukkan dominasi kota-kota di Asia dan Eropa. Jepang menjadi salah satu negara dengan performa terbaik karena menempatkan Tokyo di posisi pertama, serta Kyoto dalam daftar 20 besar.

Sementara itu, sejumlah kota besar dunia seperti London dan Los Angeles tidak masuk dalam daftar tahun ini. Monocle menilai beberapa kota besar masih menghadapi tantangan berupa biaya hidup, ketimpangan, keamanan, serta persoalan hunian.

Pada akhirnya, kota terbaik bukan hanya tempat yang menawarkan peluang ekonomi, namun juga ruang yang membuat orang dapat menjalani kehidupan dengan nyaman. Dari Tokyo hingga Lisbon, daftar ini memperlihatkan bahwa kualitas sebuah kota dibangun dari kebiasaan kecil, kebijakan besar, dan cara sebuah tempat memperlakukan warganya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya