Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Cek Rincian per 30 Juni 2026

Harga emas Pegadaian hari ini untuk cetakan Galeri24, Antam, dan UBS serentak mengalami penurunan. Simak rincian daftar harga lengkapnya.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 30 Juni 2026, 12:00 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) serentak mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Dikutip dari laman Pegadaian Selasa (30/6/2026), harga emas Pegadaian untuk jenama Galeri24, Antam, dan UBS kompak turun.

Untuk cetakan emas Galeri24, harga hari ini turun menjadi Rp 2.605.000 per gram. Sementara itu, emas Antam merosot ke angka Rp 2.736.000 per gram, dan emas UBS ikut melemah ke level Rp 2.617.000 per gram.

Dibandingkan dengan perdagangan Senin kemarin, harga emas Galeri24 masih dibanderol Rp 2.627.000 per gram, emas Antam di posisi Rp 2.751.000 per gram, dan emas UBS di angka Rp 2.639.000 per gram.

Perlu dicatat, harga emas di Pegadaian ini bersifat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti perkembangan pasar emas dunia.

Bagi masyarakat yang berminat berinvestasi, Pegadaian menyediakan berbagai ukuran kuantitas. Untuk logam mulia Galeri24 tersedia mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

Sementara untuk emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan cetakan Antam di Pegadaian untuk saat ini hanya tersedia hingga ukuran 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.366.000
  • 1 gram: Rp 2.605.000
  • 2 gram: Rp 5.147.000
  • 5 gram: Rp 12.772.000
  • 10 gram: Rp 25.476.000
  • 25 gram: Rp 63.345.000
  • 50 gram: Rp 126.591.000
  • 100 gram: Rp 253.058.000
  • 250 gram: Rp 631.089.000
  • 500 gram: Rp 1.262.177.000
  • 1.000 gram: Rp 2.524.354.000

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.420.000
  • 1 gram: Rp 2.736.000
  • 2 gram: Rp 5.408.000
  • 3 gram: Rp 8.086.000
  • 5 gram: Rp 13.442.000
  • 10 gram: Rp 26.827.000
  • 25 gram: Rp 66.937.000
  • 50 gram: Rp 133.791.000
  • 100 gram: Rp 267.501.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.415.000
  • 1 gram: Rp 2.617.000
  • 2 gram: Rp 5.194.000
  • 5 gram: Rp 12.833.000
  • 10 gram: Rp 25.533.000
  • 25 gram: Rp 63.706.000
  • 50 gram: Rp 127.151.000
  • 100 gram: Rp 254.200.000
  • 250 gram: Rp 635.313.000
  • 500 gram: Rp 1.269.135.000.

Harga Emas Turun ke Level Terendah 7 Bulan

Ilustrasi harga emas hari ini. Harga emas di pasar spot turun 1,7% menjadi US$ 4.019,79 per ons. (dok: Foto AI)

Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu lonjakan harga minyak. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.

Dikutip dari CNBC, Selasa (30/6/2026), harga emas di pasar spot turun 1,7% menjadi US$ 4.019,79 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 1,4% ke level US$ 4.038,90 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh titik terendah dalam lebih dari tujuh bulan.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa pelaku pasar masih sangat mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah.

"Pasar saat ini sangat mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah. Ketegangan memang kembali meningkat pada akhir pekan, sementara pelaku pasar juga masih menyesuaikan diri dengan sikap Federal Reserve yang kini cenderung lebih agresif dalam kebijakan moneternya," kata Peter Grant.

Menurutnya, meningkatnya ketegangan geopolitik pada akhir pekan membuat pasar kembali berhati-hati. Di saat yang sama, investor juga masih menyesuaikan diri dengan sikap Federal Reserve yang cenderung lebih agresif dalam kebijakan moneternya.

Aset Safe Haven Terkikis Harga Energi

Ilustrasi harga emas dunia hari ini. Harga emas di pasar spot turun 1,7% menjadi US$ 4.019,79 per ons. (Foto By AI)

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu. Serangan itu terjadi tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kepemimpinan Iran apabila negara tersebut tidak mematuhi ketentuan dalam perjanjian damai yang sedang dirundingkan.

Meningkatnya eskalasi konflik tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent di pasar global.

Di satu sisi, emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven yang biasanya diburu investor saat ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun kali ini, lonjakan harga energi akibat konflik justru memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut meningkatkan peluang suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali dinaikkan. Situasi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Federal Reserve sendiri pada bulan ini mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, para pembuat kebijakan memperkirakan masih ada peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini karena inflasi masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya