Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan berdampak terhadap bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program pembiayaan bersubsidi tersebut tetap menawarkan bunga sebesar 6 persen per tahun karena mendapat dukungan subsidi dari pemerintah, sehingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dapat memperoleh akses pembiayaan dengan biaya yang terjangkau.
Advertisement
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, besaran bunga KUR tidak mengikuti perubahan BI Rate secara langsung. Hal itu karena bunga KUR ditetapkan melalui skema subsidi pemerintah kepada pelaku UMKM.
"Kenaikan BI Rate itu tidak mengubah (bunga) Kredit Usaha Rakyat yang diberikan pemerintah sebesar 6 persen. Jadi 6 persen itu adalah bunga subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada UMKM," ujar Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).
Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan subsidi bunga KUR agar akses pembiayaan bagi pelaku UMKM tetap terjaga, meski kondisi suku bunga acuan mengalami perubahan.
Selain mempertahankan bunga KUR, pemerintah juga memperluas dukungan pembiayaan bagi sektor tertentu, salah satunya sektor perumahan.
"Dan pemerintah malah menambah Kredit Usaha Rakyat khusus misalnya untuk perumahan itu angkanya dinaikkan menjadi Rp 50 triliun. Bunganya itu tetap dengan bunga dari subsidi KUR," ujar Airlangga.
2,2 Juta Debitur UMKM
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan bersubsidi yang disiapkan pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dan berbagai sektor produktif.
Berdasarkan data Kementerian UMKM, hingga 25 Juni 2026 realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp 143,2 triliun atau sekitar 49,3 persen dari target penyaluran tahun ini yang sebesar Rp 290 triliun.
Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2,2 juta debitur UMKM, yang terdiri dari sekitar 1,1 juta debitur baru serta 511 ribu debitur graduasi atau pelaku usaha yang telah naik kelas.
Sementara itu, penyaluran KUR ke sektor produksi juga terus meningkat. Hingga akhir Juni 2026, porsinya telah mencapai 64,1 persen dari total penyaluran KUR nasional.
Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 290 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk menjangkau 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi, dengan target sedikitnya 65 persen pembiayaan disalurkan ke sektor produksi guna mendorong pertumbuhan usaha dan memperkuat perekonomian nasional.