Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) mengungkapkan bahwa penipuan daring (online) bermodus menonton drama China (dracin) kini telah masuk ke tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Sekretaris Satgas Pasti, Hudiyanto, mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini sedang diselidiki oleh salah satu kepolisian daerah (polda). Namun, jumlah korban maupun total nilai kerugian masih dalam proses pendataan.
Advertisement
“Kami mengungkap bahwa kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan di salah satu Polda. Untuk jumlah korban dan total kerugiannya, saat ini masih dalam proses perhitungan,” ujar Hudiyanto dalam acara Journalist Class, dikutip Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa modus penipuan ini berkedok tawaran pekerjaan paruh waktu. Korban diberikan tugas menonton drama atau film China dengan iming-iming penghasilan atau bonus berdasarkan jumlah penayangan konten tersebut.
“Awalnya masyarakat ditawari pekerjaan paruh waktu. Setelah itu, mereka diminta membeli hak tayang dengan janji akan memperoleh keuntungan dari setiap penayangan,” tutur Hudiyanto.
Harus Curiga
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih cermat terhadap penawaran semacam itu, terlebih saat ini banyak aplikasi yang menyediakan tayangan drama China. Menurutnya, aktivitas menonton sendiri bukanlah masalah. Namun, masyarakat patut curiga apabila diminta menyetor sejumlah dana dengan iming-iming keuntungan finansial.
Hudiyanto menilai pelaku sengaja memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap drama China. Pelaku memberikan harapan palsu berupa penghasilan tambahan hanya dengan modal menonton atau membeli hak tayang.
“Kalau ada penawaran yang mengharuskan kita menyetor uang dengan janji mendapat keuntungan, masyarakat harus berhati-hati. Itu merupakan salah satu modus yang kerap digunakan pelaku,” pungkasnya.