Liputan6.com, Nukus: Sejumlah lukisan avant garde karya pelukis Rusia terkenal abad XX dipamerkan di Museum Seni Nukus yang terletak di Republik Karakalpakstan--daerah otonomi di Uzbekistan, baru-baru ini. Di antaranya adalah karya Ivan Kudryashov dan Lyubov Popova.
Koleksi lukisan tak ternilai harganya itu dapat dipamerkan berkat upaya seorang Igor Savitsky. Dia bertekad menyelamatkan hasil karya seniman Rusia dari penghancuran yang dilakukan pemerintahan Uni Soviet.
Sejak era 1930-an, Savitsky mulai mengumpulkan karya seni tersebut. Dan selama 34 tahun, Savitsky telah berhasil menyelamatkan sekitar 30 ribu lukisan yang kini dipamerkan di Museum Seni Nukus. Beberapa di antaranya ditemukan Savitsky di ruang bawah tanah, di loteng, dan di tumpukan sampah. Bahkan ada yang ditemukan di bawah tempat tidur dan di sebuah pojokan bangunan.
Para ahli seni menilai koleksi lukisan di Museum Seni Nukus sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan tak ternilai harganya. Namun, saat ini, pihak museum tengah kesulitan merawat karya seni tersebut menyusul kucuran dana yang sedikit kepada pihak museum. Kalau sudah begitu, bukan tak mungkin, hasil karya seni yang mestinya dijaga itu menjadi telantar karena kekurangan biaya perawatan.(SID/Yes)
Koleksi lukisan tak ternilai harganya itu dapat dipamerkan berkat upaya seorang Igor Savitsky. Dia bertekad menyelamatkan hasil karya seniman Rusia dari penghancuran yang dilakukan pemerintahan Uni Soviet.
Sejak era 1930-an, Savitsky mulai mengumpulkan karya seni tersebut. Dan selama 34 tahun, Savitsky telah berhasil menyelamatkan sekitar 30 ribu lukisan yang kini dipamerkan di Museum Seni Nukus. Beberapa di antaranya ditemukan Savitsky di ruang bawah tanah, di loteng, dan di tumpukan sampah. Bahkan ada yang ditemukan di bawah tempat tidur dan di sebuah pojokan bangunan.
Para ahli seni menilai koleksi lukisan di Museum Seni Nukus sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan tak ternilai harganya. Namun, saat ini, pihak museum tengah kesulitan merawat karya seni tersebut menyusul kucuran dana yang sedikit kepada pihak museum. Kalau sudah begitu, bukan tak mungkin, hasil karya seni yang mestinya dijaga itu menjadi telantar karena kekurangan biaya perawatan.(SID/Yes)