Liputan6.com, Jakarta - "Saya percaya, tidur di kasur apapun, kalau enak (tidurnya), bangun segar. Semangat 45, kan? Tapi kalau enggak segar tidurnya, mau bangun rasanya muales banget. Coba itu berlangsung selama 10 tahun, bagaimana kamu bisa hidup?" kata Aria Hermawan, Sales & Brand Marketing Director PT Duta Abadi Primantara, ditemui di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Tidur berkualitas, kata dr. Marco Vidor, Sp.PD, ditandai dengan siklus tidur yang dilalui. Siklus tidur tersebut, kata dia, terbagi menjasi fase N1, N2 dan N3. Fase terakhir dikenal pula sebagai deep sleep, pintu masuk ke fase REM (rapid eye movement).
Advertisement
"Di situlah kita mimpi biasanya. Biasanya bagus buat kesehatan mental. Pemulihan otak juga terjadi di situ (fase REM)," tutur dr. Marco kepada Lifestyle Liputan6.com.
Dalam satu malam, idealnya manusia mengalami 3--4 kali siklus selama tidur. Namun, tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan tidur berkualitas tersebut dengan beragam faktor.
"Contoh, saya punya anak usia tiga bulan. Tiap tiga jam saya kebangun, itu men-disrupt sleep cycle. Jadi, tadinya kita udah mau deep sleep, kebangun, sleep cycle batal, bubar," kata dr. Marco.
Kualitas kasur juga bisa memengaruhi, terutama jika kondisinya tidak higienis atau kasur yang tidak menyerap panas. Akibatnya, tubuh tidak bisa tenang, bolak-balik hingga 40--45 kali dalam semalam, karena selalu mencari posisi terbaik.
"Nah, itu yang sebenarnya bikin kaya kita enggak dapat-dapat nih kualitas tidur yang benar-benar restoratif," ujarnya.
Kasur yang Bisa Bernapas
Karena itu, Aria menyarankan agar konsumen memilih kasur yang breathable alias bisa bernapas. Teknologi tersebut, sambung dia, memastikan bahwa pergerakan udara berjalan baik selama seseorang tidur di kasur tersebut.
"Orang tidur kan suhu tubuh turun. Panas masuk semua, dibuang sama dia. Jadi, kasurnya terasa dingin," jelasnya.
Berangkat dari pemahaman tersebut, pihaknya merancang varian kasur King Koil Legacy Collection terbaru dengan beragam fitur pendukung. Salah satunya penggunaan Ultra-HD Cloud BioCell yang mengandung minyak alami. Fungsinya adalah membantu pelepasan panas tubuh 25 kali lebih cepat dibandingkan material setipe, sekaligus mempertahankan sensasi lembut.
Pihaknya juga memanfaatkan lateks dari Vita Talalay yang diimpor dari Belanda. Lateks tersebut memiliki struktur sel bulat yang mengoptimalkan aliran udara, memberikan kenyamanan, serta memiliki sifat hypoallergenic yang tahan terhadap tungau secara alami.
Kasur tersebut juga diperkaya dengan berbagai material alami pilihan melalui konsep Natural Fiber Enrichment. Kehadiran French Wool membantu menjaga kestabilan suhu tubuh di berbagai musim, sementara Camel Fiber memberikan insulasi alami dengan sensasi ringan.
Fitur Penopang Tulang Belakang
Selain itu, teknologi Graphene Infused turut membantu melepaskan panas tubuh secara alami sekaligus memberikan kenyamanan yang mendukung relaksasi selama tidur. Seluruh lapisan kenyamanan tersebut dibalut dengan Micro HD Tencel Belgium Knit, kain premium yang lembut, sejuk, dan ramah untuk kulit sensitif.
Material ini semakin disempurnakan dengan teknologi 3D Plush Air Pockets yang menciptakan sensasi empuk dan mewah. "Gampangnya, beli kasur jangan sembarangan. Lihat speknya, bisa membuang panas tubuh kita atau tidak. Kalau enggak, biar mahal, jangan beli," sahut Aria.
Tak kalah penting, Aria mengingatkan bahwa kasur berkualitas juga harus bisa menopang posisi tubuh secara ergonomis. Pihaknya menggunakan teknologi pegas yang dilengkapi dengan German Thermal Gold Coating. Sistem itu dirancang untuk merespons tekanan tubuh secara otomatis sehingga mampu memberikan dukungan yang presisi sesuai berat badan dan posisi tidur pengguna.
"Kita juga disertifikasi oleh ICA, International Chiropractor Association gitu. Kita satu-satunya yang dapat sertifikat itu, yang memastikan bahwa semua produk King Coil itu bagus untuk menopang tulang belakang," imbuh dia.
Durasi Ideal Pemakaian Kasur
Terlepas dari teknologi canggih yang diadopsi kasur, Aria mengingatkan bahwa setiap kasur punya masa pakai dan sebaiknya diganti begitu masa pakainya sudah berlalu. Ia menyebut salah satu indikasi masa pakai kasur sudah habis apabila core coil atau pegas intinya turun lebih dari 2 cm dalam sepuluh tahun.
Dengan pegas yang turun, kata dia, daya penopang tulang belakang pun akan menurun. Tanpa disadari, tulang punggung akan bengkok dan hal itu bisa menurunkan kualitas hidup dalam jangka panjang.
"Kalau pemakaian kasur itu bagusnya 7--8 tahun. Kasur apapun sih. Kita bukan bicara kuat atau tidak kuat, tapi juga dilihat dari sisi hygiene-nya. Kadang suasana kamar kita, udara yang masuk, bakteri, dan lain-lainnya (membuat kasur tidak higienis)," ujarnya.
"Belum lagi kalau kawatnya karatan di dalam. Kita kan enggak ngerti. Kayaknya enak saja, tapi ternyata karatan di dalamnya. Itu juga kurang sehat," ujarnya.