Simak Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Juni 2026

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Senin, (29/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Juni 2026, 11:42 WIB
Harga emas di Pegadaian (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24 di Pegadaian mencapai Rp 2.627.000 per gram pada Senin, (29/6/2026) pukul 10.53 WIB. Lalu bagaimana harga emas buatan Antam dan UBS di Pegadaian pada awal pekan ini?

Di Pegadaian, harga emas antam dibanderol Rp 2.751.000 per gram. Sementara itu, harga emas buatan UBS dipatok Rp 2.639.000 per gram.

Akan tetapi, harga itu sewaktu-waktu dapat berubah.

Di Galeri24, emas dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sedangkan emas buatan UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga 100 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian dari masing-masing produk, dikutip dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.378.000
  • 1 gram: Rp 2.627.000
  • ‎2 gram: Rp 5.189.000
  • ‎5 gram: Rp 12.879.000
  • ‎10 gram: Rp 25.688.000
  • 25 gram: Rp 63.873.000
  • ‎50 gram: Rp 127.646.000
  • ‎100 gram: Rp 255.166.000
  • ‎250 gram: Rp 636.348.000
  • ‎500 gram: Rp 1.272.696.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.545.391.000

 

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.428.000
  • ‎1 gram: Rp 2.751.000
  • ‎2 gram: Rp 5.440.000
  • 3 gram: Rp 8.133.000
  • ‎5 gram: Rp 13.520.000
  • 10 gram: Rp 26.983.000
  • ‎25 gram: Rp 67.327.000
  • ‎50 gram: Rp 134.571.000
  • ‎100 gram: Rp 269.061.000

 

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.426.000
  • ‎1 gram: Rp 2.639.000
  • ‎2 gram: Rp 5.237.000
  • ‎5 gram: Rp 12.941.000
  • 10 gram: Rp 25.745.000
  • ‎25 gram: Rp 64.237.000
  • ‎50 gram: Rp 128.210.000
  • ‎100 gram: Rp 256.319.000
  • 250 gram: Rp 640.607.000
  • ‎500 gram: Rp 1.279.711.000

 

 

Prediksi Harga Emas Sepekan

Ilustrasi harga emas dunia(Foto By AI)

Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia masih akan bergerak fluktuatif sepekan ke depan. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, hingga perang dagang.

Ibrahim mengatakan, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi pekan lalu berada di level US$ 4.077 per troy ounce, sementara harga logam mulia ditutup di Rp 2.660.000 per gram. Menurut dia, dalam skenario pelemahan, harga emas dunia berpotensi turun hingga area support di US$ 3.786 per troy ounce, sedangkan logam mulia dapat melemah ke Rp 2.530.000 per gram.

"Jadi kesimpulannya untuk emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di support US$ 3.786 per troy ounce, kemudian tertinggi ya resistennya di US$ 4.344 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam pernyataanya, Senin (29/6/2026)

Sementara itu, apabila harga emas menguat, Ibrahim memperkirakan emas dunia berpeluang menembus level resistance hingga US$ 4.344 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp 2.530.000 hingga Rp 2.750.000 per gram sepanjang pekan depan.

"Kemudian untuk logam mulianya, kemungkinan besar dalam sepekan itu Rp 2.530.000 per gram sampai di Rp 2.750.000 per gram,” jelasnya.

Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Menurutnya, fokus utama pasar saat ini tertuju pada ketegangan geopolitik, perkembangan politik di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, serta potensi eskalasi perang dagang pada semester kedua tahun ini.

Ketegangan Timur Tengah

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Di sisi geopolitik, ia menyoroti meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah setelah insiden penyerangan terhadap kapal tanker serta aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, konflik Rusia dan Ukraina juga masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar global.

Sementara dari sisi Amerika Serikat, dinamika politik domestik, termasuk prospek Partai Republik di parlemen serta arah kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, dinilai turut memengaruhi pergerakan aset-aset global. 

Di sisi lain, kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika juga masih menjadi perhatian investor setelah muncul indikasi bahwa suku bunga lebih berpeluang dipertahankan dibandingkan dinaikkan.

"Apa yang membuat harga-harga tadi yang saya sebutkan berfluktuatif? Yang pertama ini adalah masalah geopolitik, kebijakan perpolitikan di Amerika, kemudian kebijakan bank sentral, kemudian perang dagang,” tuturnya.

Menurut Ibrahim, kombinasi faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas dunia dan logam mulia dalam beberapa hari ke depan, di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan politik global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya