Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kaya akan tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan dan salah satunya adalah daun binahong (Anredera cordifolia). Di masyarakat, binahong kerap disebut sebagai tanaman yang membantu tubuh 'cepat pulih'.
Mengutip kanal Health Liputan6.com, dr. Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, menyebut bahwa binahong terutama dimanfaatkan dalam proses penyembuhan luka dan peradangan pada jaringan. Itu karena tanaman hias itu mengandung flavonoid, saponin, tanin, serta komponen lain yang berkaitan dengan proses perbaikan jaringan.
Advertisement
Sejumlah publikasi membahas potensi binahong dalam membantu proses ini, baik melalui peningkatan aktivitas sel yang berperan dalam perbaikan jaringan, seperti fibroblast, maupun melalui aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Terkait pengaplikasiannya, terdapat studi yang menilai sediaan gel ekstrak daun binahong dan menyimpulkan potensi dalam memperbaiki proses penyembuhan luka, dengan konteks penelitian tertentu.
Hal ini membuat penggunaan binahong secara topikal dinilai lebih terarah, sekaligus mengurangi variabel pencernaan dan penyerapan yang sering membuat efek penggunaan dengan cara diminum sulit distandardisasi. Meski demikian, kualitas bukti ilmiah terkait manfaat binahong beragam antar-penelitian, sehingga pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
Secara tradisional, daun binahong kerap digunakan untuk penyembuhan luka. Caranya, kata Danang, daun dicuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus.
Setelah itu, dioleskan tipis pada luka yang sudah dibersihkan dan ditutup dengan kasa steril. Penggantian dilakukan satu hingga dua kali sehari.
Air Rebusan Daun Binahong
Menurut Danang, cara tersebut dinilai lebih fokus karena langsung diterapkan pada area yang membutuhkan perawatan. Namun, penggunaan binahong tetap memerlukan perhatian.
Danang juga menegaskan bahwa luka bernanah, luka dalam, atau luka pada penderita diabetes berat tetap memerlukan perawatan medis. Selain itu, individu dengan riwayat alergi kulit perlu memperhatikan respons kulit saat menggunakan binahong secara topikal.
Danang juga menjelaskan bahwa selain digunakan secara luar, binahong juga bisa dimanfaatkan dengan cara diminum. Caranya, 3--5 lembar daun binahong segar direbus dengan sekitar 300 ml air. Air rebusan ini diminum satu kali sehari selama 5-7 hari.
Penggunaan dengan cara diminum biasanya dimanfaatkan untuk membantu pemulihan pasca-sakit, keluhan maag ringan, serta kondisi stamina yang menurun. Khasiat yang dikandung daun binahong itu mendorong Nia Nature mengolahnya menjadi kapsul suplemen kesehatan kulit, terutama untuk membantu mengatasi kurap, jerawat, panu, dan borok. Produsen itu menggunakan teknologi nano untuk dalam proses produksinya.
Olahan Herbal untuk Sendi dan Penyembuhan Luka
Suplemen kesehatan kulit menjadi salah satu produk herbal yang dikembangkan Nia Nature. Selain itu, mereka juga mengembangkan suplemen untuk kesehatan sendi yang memanfaatkan ragam herbal, termasuk jahe, kayu manis, sambiloto, daun salam, dan biji pinang. Pengembangan produk didasarkan bahwa semakin banyak orang meminati perawatan diri dengan cara alami, seiring berkembangnya tren wellness.
Kaum lansia juga jadi target pasar utama, khususnya untuk produk suplemen penyembuh luka. Untuk produk ini, founder Nia Nature Shaepul Anwar menerangkan bahwa bahan utama yang dipakai adalah ekstrak ikan gabus, dikombinasikan dengan berbagai jenis herbal lainnya. Seluruhnya diolah menggunakan teknologi nano dengan standar higienis terjaga.
"Kami memahami bahwa dalam memilih produk kesehatan, faktor keamanan dan legalitas adalah hal yang paling utama. Oleh karena itu, Nia Nature berkomitmen untuk selalu menyediakan produk herbal yang sudah berstandar BPOM," kata Shaepul dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.