Liputan6.com, Denpasar: Kampanye calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Bali, Jumat (11/6) sore, berlangsung meriah. Kedatangan Megawati ke Pasar Seni Kuta, Bali, sekitar pukul 16.00 waktu setempat disambut antusias para pengunjung, termasuk wisatawan asing yang tengah berbelanja. Megawati sempat berkunjung ke toko yang menjual pakaian khas Bali dan mencoba kain sarung produk lokal.
Usai mengunjungi toko, Megawati berjalan-jalan di sekitar areal pasar. Warga yang hadir tampak senang menyambut kedatangan presiden mereka. Warga bahkan rela berdesak-desakan sekadar untuk bersalaman. Beberapa wisatawan asing juga sempat mengabadikan peristiwa itu dengan kamera mereka.
Sementara calon wakil presiden PDIP Hasyim Muzadi bertemu dengan sekitar 200 tokoh agama dan masyarakat se-Bali dalam kampanye di Denpasar. Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Hasyim memaparkan tekadnya untuk memulihkan negara yang terpuruk bersama Megawati. Hasyim juga meminta hadirin untuk membantu mewujudkan pemilihan pemimpin bangsa yang sehat, jujur, dan kuat. Menurut Hasyim, pemimpin yang kuat tapi tidak jujur, tak akan membawa Indonesia keluar dari krisis. Sebaliknya, dengan berbekal kejujuran, seorang pemimpin akan berproses menjadi sosok yang tangguh dan membawa mampu mengangkat Indonesia dari keterpurukan.
Saat berdialog, Hasyim sempat mendapat pertanyaan tentang kiatnya memberantas korupsi. Dia cepat menanggapi dengan menyatakan bahwa korupsi dapat diberantas jika dimulai dari tingkat pimpinan. Lantaran itulah, Hasyim juga meminta masyarakat untuk tidak mentolerir segala bentuk korupsi.
Di Bekasi, Jawa Barat, tim sukses dari Partai Amanat Nasional terpaksa berkampanye di luar gedung. Pasalnya, pada saat bersamaan gedung olah raga setempat dipakai untuk Kejuaraan Nasional Binaraga. Selain kampanye yang menghadirkan juru kampanye Soelaiman Zakawerus dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bekasi, acara juga diisi dengan deklarasi dukungan dari enam dewan pengurus daerah berbagai parpol dan 30 organisasi massa Bekasi. Dukungan terhadap Amien Rais-Siswono Yudo Husodo juga dilakukan oleh kalangan pengamen yang biasa beroperasi di kawasan Bekasi.
Sementara di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, kampanye pasangan Amien-Siswono menghadirkan jurkam Chairul Umam. Di depan kalangan akademis, Chairul dengan lugas menyampaikan visi dan misi Amien-Siswono jika terpilih menjadi presiden-wapres periode 2004-2009. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kontrak politik yang berisi perjanjian bakal menuntaskan agenda reformasi jika Amien terpilih menjadi presiden. Selain itu, Amien harus rela mengundurkan diri jika gagal melaksanakan amanat tersebut. Kampanye juga dihadiri sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah. Para pelajar ini meramaikan kampanye dengan menyumbangkan hiburan musik bercorak Timur Tengah bernama Marawis.
Kampanye untuk memilih Amien tidak hanya dilakukan di dalam gedung olah raga atau lapangan terbuka. Istri capres Amien Rais, Kusnasriyati Sri Rahayu mengajak ratusan peserta pengajian kaum ibu di Tanjungpriok, Jakarta Utara, tadi malam, untuk memilih suaminya.
Acara tersebut awalnya berisi siraman rohani oleh dua penceramah. Mereka menyampaikan pentingnya memilih pemimpin bangsa yang jujur, amanah, dan cerdas. Menurut penceramah, kriteria ini sesuai dengan tuntunan yang disabdakan Nabi Muhammad. Namun usai ceramah tadi, Ibu Kus--sapaan akrab Kusnasriyati--secara terang-terangan mengajak peserta pengajian untuk memilih pasangan Amien-Siswono pada pilpres mendatang.
Kemarin, capres Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye di dua tempat di Manado, Sulawesi Utara. Saat berdialog dengan mahasiswa di Kampus Universitas Sam Ratulangi, sosok yang akrab disapa SBY itu diminta mengklarifikasi isu yang menghangat seputar dirinya belakangan ini. Di antaranya soal dana kampanye yang dikucurkan dari Amerika Serikat, keterlibatan SBY dalam Kasus 27 Juli, serta tudingan antisyariat Islam.
Menghadapi berondongan pertanyaan itu, SBY dengan gayanya yang kalem membantah semua berita miring tersebut. Seperti dalam kampanye di Jakarta beberapa waktu silam, SBY membebekan bahwa penerapan syariat Islam akan memunculkan kekhawatiran di kalangan nonmuslim [baca: SBY Menjanjikan UUD`45 Tidak Diamendemen].
Sedangkan dalam kampanye di Gelanggang Remaja Sario, SBY mengobral janji yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi presiden. Antara lain menyangkut perubahan, keamanan, kesejahteraan rakyat, dan penegakan hukum di Tanah Air.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Usai mengunjungi toko, Megawati berjalan-jalan di sekitar areal pasar. Warga yang hadir tampak senang menyambut kedatangan presiden mereka. Warga bahkan rela berdesak-desakan sekadar untuk bersalaman. Beberapa wisatawan asing juga sempat mengabadikan peristiwa itu dengan kamera mereka.
Sementara calon wakil presiden PDIP Hasyim Muzadi bertemu dengan sekitar 200 tokoh agama dan masyarakat se-Bali dalam kampanye di Denpasar. Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Hasyim memaparkan tekadnya untuk memulihkan negara yang terpuruk bersama Megawati. Hasyim juga meminta hadirin untuk membantu mewujudkan pemilihan pemimpin bangsa yang sehat, jujur, dan kuat. Menurut Hasyim, pemimpin yang kuat tapi tidak jujur, tak akan membawa Indonesia keluar dari krisis. Sebaliknya, dengan berbekal kejujuran, seorang pemimpin akan berproses menjadi sosok yang tangguh dan membawa mampu mengangkat Indonesia dari keterpurukan.
Saat berdialog, Hasyim sempat mendapat pertanyaan tentang kiatnya memberantas korupsi. Dia cepat menanggapi dengan menyatakan bahwa korupsi dapat diberantas jika dimulai dari tingkat pimpinan. Lantaran itulah, Hasyim juga meminta masyarakat untuk tidak mentolerir segala bentuk korupsi.
Di Bekasi, Jawa Barat, tim sukses dari Partai Amanat Nasional terpaksa berkampanye di luar gedung. Pasalnya, pada saat bersamaan gedung olah raga setempat dipakai untuk Kejuaraan Nasional Binaraga. Selain kampanye yang menghadirkan juru kampanye Soelaiman Zakawerus dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bekasi, acara juga diisi dengan deklarasi dukungan dari enam dewan pengurus daerah berbagai parpol dan 30 organisasi massa Bekasi. Dukungan terhadap Amien Rais-Siswono Yudo Husodo juga dilakukan oleh kalangan pengamen yang biasa beroperasi di kawasan Bekasi.
Sementara di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, kampanye pasangan Amien-Siswono menghadirkan jurkam Chairul Umam. Di depan kalangan akademis, Chairul dengan lugas menyampaikan visi dan misi Amien-Siswono jika terpilih menjadi presiden-wapres periode 2004-2009. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kontrak politik yang berisi perjanjian bakal menuntaskan agenda reformasi jika Amien terpilih menjadi presiden. Selain itu, Amien harus rela mengundurkan diri jika gagal melaksanakan amanat tersebut. Kampanye juga dihadiri sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah. Para pelajar ini meramaikan kampanye dengan menyumbangkan hiburan musik bercorak Timur Tengah bernama Marawis.
Kampanye untuk memilih Amien tidak hanya dilakukan di dalam gedung olah raga atau lapangan terbuka. Istri capres Amien Rais, Kusnasriyati Sri Rahayu mengajak ratusan peserta pengajian kaum ibu di Tanjungpriok, Jakarta Utara, tadi malam, untuk memilih suaminya.
Acara tersebut awalnya berisi siraman rohani oleh dua penceramah. Mereka menyampaikan pentingnya memilih pemimpin bangsa yang jujur, amanah, dan cerdas. Menurut penceramah, kriteria ini sesuai dengan tuntunan yang disabdakan Nabi Muhammad. Namun usai ceramah tadi, Ibu Kus--sapaan akrab Kusnasriyati--secara terang-terangan mengajak peserta pengajian untuk memilih pasangan Amien-Siswono pada pilpres mendatang.
Kemarin, capres Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye di dua tempat di Manado, Sulawesi Utara. Saat berdialog dengan mahasiswa di Kampus Universitas Sam Ratulangi, sosok yang akrab disapa SBY itu diminta mengklarifikasi isu yang menghangat seputar dirinya belakangan ini. Di antaranya soal dana kampanye yang dikucurkan dari Amerika Serikat, keterlibatan SBY dalam Kasus 27 Juli, serta tudingan antisyariat Islam.
Menghadapi berondongan pertanyaan itu, SBY dengan gayanya yang kalem membantah semua berita miring tersebut. Seperti dalam kampanye di Jakarta beberapa waktu silam, SBY membebekan bahwa penerapan syariat Islam akan memunculkan kekhawatiran di kalangan nonmuslim [baca: SBY Menjanjikan UUD`45 Tidak Diamendemen].
Sedangkan dalam kampanye di Gelanggang Remaja Sario, SBY mengobral janji yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi presiden. Antara lain menyangkut perubahan, keamanan, kesejahteraan rakyat, dan penegakan hukum di Tanah Air.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)