Data Terkini Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas, 4.300 Luka-Luka

Situasi paling kritis masih terjadi di negara bagian La Guaira, yang mencatatkan jumlah korban tewas dan luka terbanyak.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 26 Juni 2026, 11:41 WIB
Pasien berada di luar rumah sakit di Catia La Mar, Venezuela, Kamis (25/6/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat dua gempa hebat yang terjadi pada Rabu (24/6) malam. (Dok. AP/Pedro Mattey)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Carlos Alvarado menyatakan, jumlah korban tewas akibat gempa Venezuela bertambah menjadi 235 orang hingga Kamis (25/6) malam waktu setempat. 

“Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian besar mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi,” kata Alvarado dalam siaran televisi pemerintah VTV. Seperti dilansir Antara, JUmat (26/6/2026).

Menteri kesehatan mengatakan sekitar 235 orang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sudah meninggal dunia. Ada pula yang meninggal sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.

Menurut Alvarado, situasi paling kritis masih terjadi di negara bagian La Guaira, yang mencatatkan jumlah korban tewas dan luka terbanyak.

Alvarado menjelaskan bahwa segera setelah gempa terjadi, mekanisme tanggap darurat nasional langsung diaktifkan. Lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk lebih dari 1.200 dokter, dikerahkan untuk memberikan bantuan di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Tidak hanya rumah sakit pemerintah, klinik swasta turut berpartisipasi dalam penanganan korban. Saat ini, lebih dari 150 pasien dirawat di fasilitas kesehatan swasta, banyak korban luka ringan telah dipulangkan.

Untuk diketahui, dua gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu. Setelah itu, tercatat ada 30 gempa susulan. Bencana tersebut menghancurkan banyak rumah, merusak infrastruktur dan rumah sakit, serta menyebabkan bandara utama negara itu ditutup.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya