Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, terutama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Meski terdapat sinyal positif setelah Amerika Serikat memberikan keringanan sanksi kepada Iran selama 60 hari dan meredanya konflik di Lebanon yang menopang sentimen pasar energi, pelaku pasar masih mencermati isu yang belum terselesaikan, seperti inspeksi program nuklir Iran dan akses terhadap dana Iran yang dibekukan.
Advertisement
Artikel mengenai rupiah ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 26 Juni 2026:
1. Rupiah Berpotensi Tembus 18.000 per Dolar AS Gara-Gara Ini
Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026). Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950-Rp 18.020 per dolar AS, di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang masih mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.
"Untuk perdagangan Kamis (25/6/2026) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.950- Rp 18.020," kata Ibrahim kepada media, Kamis (25/6/2026).
Simak berita selengkapnya di sini
2. Rumah Subsidi Bisa Dicicil 40 Tahun, Angsuran Mulai Rp 500 Ribu
Pemerintah terus berupaya memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah subsidi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun, sehingga cicilan bulanan menjadi lebih ringan.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, mengatakan kebijakan tersebut akan memperbesar peluang masyarakat memperoleh pembiayaan rumah subsidi karena kemampuan membayar cicilan menjadi lebih baik.
Simak berita selengkapnya di sini
3. PLTP Senilai Rp 6,28 Triliun Mulai Dibangun, Ini Lokasinya
PT Geo Dipa Energi (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2. Pembangkit energi bersih ini ditargetkan rampung pada Maret 2028 mendatang.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang PLTP Dieng Unit 2 dengan daya 55 megawatt (MW) ini mampu menambah kontribusi penyediaan tenaga listrik. Kontribusinya bisa masuk pada upaya untuk mengejar target swasembada energi.