Liputan6.com, Jakarta - Seiring semakin mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, pilihan untuk menggunakan mobil listrik bisa jadi alternatif yang cukup baik. Terlebih, roda empat dengan tenaga baterai ini, diklaim memiliki biaya operasional yang lebih murah dibanding kendaraan konvensional atau bensin dan diesel.
Selain itu, calon konsumen kini juga mempertimbangkan total biaya kepemilikan selama masa penggunaan kendaraan, dan hal tersebut menjadi salah satu faktor yang cukup penting, khususnya bagi masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.
Advertisement
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya menjelaskan bahwa, konsumen saat ini semakin memperhatikan biaya penggunaan kendaraan secara keseluruhan. Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli.
"Dengan begitu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari. Dengan biaya operasional yang kompetitif serta dukungan layanan purnajual yang komprehensif, baik Changan Lumin maupun Changan Deepal S07 dapat menjadi solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis untuk jangka panjang,” ujarnya.
Dari sisi efisiensi energi, jajaran mobil listrik Changan menawarkan angka yang cukup menarik. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp 1.700 per kWh dan tarif pengisian reguler di SPKLU sebesar Rp 2.475 per kWh, biaya penggunaan kendaraan dapat dihitung secara lebih terukur.
Changan Lumin yang mengusung baterai 28,08 kWh mampu menempuh jarak hingga 301 km berdasarkan standar pengujian NEDC.
Mobil listrik mungil ini diklaim memiliki konsumsi energi 9,3 kWh per 100 km atau setara 10,75 km/kWh. Artinya, biaya energi hanya sekitar Rp 158 per km saat pengisian di rumah dan Rp 230 per km jika menggunakan SPKLU.
Untuk mengisi baterai hingga penuh, pengguna cukup menyiapkan dana sekitar Rp 48.000 di rumah atau sekitar Rp 70.000 melalui pengisian cepat DC di SPKLU.
Biaya Cas Baterai Changan Deepal S07
Sementara itu, Changan Deepal S07 hadir dengan baterai berkapasitas 79,97 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 560 km berdasarkan standar NEDC. SUV listrik ini memiliki konsumsi energi 14,2 kWh per 100 km atau setara 7,04 km/kWh.
Dengan tarif listrik rumah tangga non-subsidi, biaya energinya diperkirakan sekitar Rp 241 per km, sedangkan pengisian di SPKLU mencapai Rp 351 per km.
Untuk pengisian penuh, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 136.000 di rumah dan sekitar Rp 200.000 melalui fasilitas DC fast charging.
Tak hanya menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, kedua model tersebut juga didukung fleksibilitas pengisian daya di rumah maupun jaringan pengisian umum yang terus berkembang.
Fitur fast charging memungkinkan baterai terisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Dari sisi purnajual, Changan Lumin mendapatkan garansi baterai 8 tahun atau 120.000 km, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, serta servis gratis hingga 6 bulan atau 10.000 km.
Adapun Deepal S07 dibekali garansi baterai 8 tahun atau 240.000 km, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, serta servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 km.
Ditambah kebijakan bebas ganjil-genap di DKI Jakarta, kendaraan listrik dinilai semakin menarik bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi dan nilai ekonomi dalam jangka panjang.