Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta Selatan, Selasa 31 Desember 2013 pukul 17.00 WIB. Di mata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, Gusti Joyokusumo adalah seorang ningrat yang merakyat dan hidupnya sederhana sekali.
"Mungkin Mas Joyokusumo lebih tepat disebut sebagai ningrat. Tetapi tidak sembarang ningrat: beliau itu ningrat yang sangat merakyat, sangat populis, dan hidupnya sederhana sekali. Mas Joyo untuk ukuran keluarga kerajaan besar terhitung sangat bersahaja," ujar Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Rabu (1/1/2014).
Menurut Hajriyanto , beliau dalam tanda petik 'ningrat yang melarat' pas-pasan secara ekonomi-keuangan. Tetapi Mas Joyokusumo kaya raya secara moral, etika, dan spiritual. Beliau sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan, keagamaan dan keislaman di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Sebagai sekneg (sekretaris negara) Kesultanan atau Kerajaan, Gusti Joyo penuh antusiasme menghidupkan semangat kerohanian Islam dalam Keraton Ngayogyakarta sampai akhir hayatnya," ujar dia.
Hajriyanto Y mengatakan, Joyokusumo itu putra raja, yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX, seorang raja besar di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Raja Besar Jawa.
Tetapi meski anak raja atau sultan dan mantan wakil presiden, Joyokusumo sangatlah merakyat. Sebagai bangsawan dalam arti yang sebenarnya beliau tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai putra raja.
"Beliau jarang sekali menyantumkan gelarnya GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dalam penulisan nama dan juga dalam kehidupan (administrasi) sehari-hari. Maka salah besar kalau ada orang yang beranggapan bahwa semua keluarga raja itu feodal. Mas Joyokusumo adalah pengecualian. Beliau sangat jauh dari sikap-sikap feodalisme," ujar dia.
Sebagai politisi, lanjutnya, Joyokusumo adalah politisi yang nyaris tanpa ambisi. Dia berpolitik ala kadarnya saja. Kalau diberi tugas oleh partai dia akan bekerja dan mengabdi sepenuh hati dengan komitmen yang sangat tinggi, tetapi jika tidak diberi posisi politik apapun dalam partai ia tidak pernah meminta-minta jabatan, apalagi berebut jabatan.
"Dalam konteks dan perspektif ini Mas Joyokusumo lebih tepat disebut seorang politisi moralis daripada politisi yang
profesional.
Gusti Joyokusumo wafat karena menderita komplikasi diabetes, ginjal, dan jantung. Adik kandung Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dirawat di Ruang ICU RS Medistra Jakarta sejak Jumat 27 Desember 2013. Ia telah dimakamkan di Hasto Renggo Kota Gede, Bantul, Yogyakarta Rabu siang tadi. (Ant/Riz)
Baca juga:
Sultan Hamengkubuwono X Pimpin Pelepasan Jenazah Gusti Joyo
Almarhum Adik Sri Sultan HB X Dikenal Sederhana dan Kritis
JK Terbangkan Jenazah Gusti Joyo dengan Pesawat Pribadinya
Advertisement