Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Senin, (22/6/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 50 menjadi Rp 43.200. Selama dua hari berturut-turut, harga perak Antam di posisi Rp 43.150.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, perak batangan 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Perak batangan 250 gram ditetapkan di Rp 11.325.000, perak batangan 500 gram di Rp 21.725.000.
Sementara itu, mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 1,6% menjadi US$ 65,93. Harga perak dunia turun, memperpanjang koreksi baru-baru ini seiring harga minyak menguat membuat kekhawatiran inflasi tetap tinggi setelah ketegangan yang kembali meningkat selama hari pertama pembicaraan AS-Iran.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan tindakan militer baru jika Hizbullah terus menyerang Israel dan memperingatkan Teheran agar tidak menutup Selat Hormuz lagi.
Pada saat yang sama, media Iran melaporkan, Teheran telah menangguhkan negosiasi sebagai tanggapan atas pernyataan Trump, meskipun sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan pembicaraan masih berlangsung.
Harga perak juga tertekan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu lalu sambil mengadopsi nada yang lebih agresif.
Sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed sekarang mengantisipasi setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini. Investor memperkirakan potensi kenaikan secepatnya pada September 2026.
Harga Emas Dunia Pekan Lalu
Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada Jumat, 19 Juni 2026 (Sabtu waktu Jakarta). Koreksi harga emas itu membawa pergerakan logam mulia ini berada di jalur penurunan dalam tiga minggu berturut-turut. Tekanan terhadap harga emas didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan sinyal hawkish dari the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip CNBC, Sabtu (20/6/2026), harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.184,33 per ons, pada pukul 02.11 GMT. Emas itu turun 0,9% selama sepekan. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 15 menjadi US$ 4.202,10.
Harga perak spot turun 1,5% menjadi US$ 64,83 per ons. Platinum susut 1,3% menjadi US$ 1.674,47, dan paladium melemah 0,8% menjadi US$ 1.268,65. Sementara itu, pasar di China dan Hong Kong libur merayakan Festival Perahu Naga.
Di sisi lain, dolar AS berada di level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas batangan yang diharga dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Reli emas yang didorong kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran terbukti berumur pendek. Dolar yang kembali menguat, didukung oleh nada hawkish baru the Fed di bawah Kevin Warsh telah mencuri perhatian,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.
Sembilan dari 19 pembuat kebijakan bank sentral AS kini percaya mereka perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini, menurut proyeksi yang diterbitkan pada Rabu. Hal ini setelah the Fed mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah dalam pertemuan kebijakan perdana Kevin Warsh sebagai ketua.
Tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran telah mendorong semakin banyak bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman atau memberi sinyal langkah-langkah untuk mengendalikan pertumbuhan harga.
Prospek Harga Emas
Pelaku pasar kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada Desember, melonjak dari 61% sebelum keputusan Fed, menurut CME FedWatch Tool. Emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan bunga.
Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.900 per ons pada Desember, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 5.400. Hal ini karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga Fed tahun ini.
Di geopolitik, kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz dan AS mengatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada Kamis.