Selain Elon Musk, Ini Pemegang Saham Terbesar SpaceX

Sejumlah pihak yang memiliki saham SpaceX hingga miliaran dolar AS tersebut mulai dari rekan lama hingga karyawan pertama.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Juni 2026, 21:03 WIB
Para karyawan SpaceX merayakan penutupan perdagangan saham perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite di New York, Jumat, 12 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Liputan6.com, Jakarta - Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor menambah kekayaan CEO Elon Musk. Bahkan, Elon Musk menjadi triliuner dengan kekayaan lebih dari US$ 1 triliun atau Rp 17.819 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah17.820) berkat IPO SpaceX.

Namun, Elon Musk bukan satu-satunya yang mencatat keuntungan besar dari pencatatan saham SpaceX. IPO tersebut juga menciptakan ribuan jutawan baru, dan membuat kepemilikan saham beberapa pemegang saham melampaui miliaran dolar AS. Demikian mengutip CNBC, Minggu, (21/6/2026).

Debut SpaceX di pasar saham telah menyaksikan investor berebut untuk membeli saham sesuai ambisi Elon Musk yang tinggi untuk perusahaan tersebut. Namun, sentimen yang mereda telah mengurangi keuntungan tersebut selama beberapa hari terakhir.

Awal pekan ini, kapitalisasi pasar SpaceX melampaui Amazon, dan untuk sementara Microsoft. Akan tetapi, koreksi pada Kamis pekan ini membuat SpaceX ditutup dengan kapitalisasi pasar US$ 2,43 triliun, turun di bawah raksasa Amazon.

Namun, saham SpaceX naik 37% setelah debut bersejarah pekan lalu. SpaceX menawarkan harga saham perdana US$ 135.

Dari investor awal hingga eksekutif perusahaan yang sudah lama bekerja, CNBC telah melacak beberapa pemegang saham SpaceX dengan kepemilikan saham lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 17,81 triliun, memakai data FactSet, antara lain:

Valor Equity Partners

Valor Equity Partners memiliki kepemilikan saham US$ 96,6 miliar atau Rp 1.721 triliun, sebagian besar dimiliki oleh klien perusahaan. Pendiri dan CEO Valor Equity Partners Antonio Gracias yang juga rekan lama Musk, saat ini menjabat di dewan direksi SpaceX.

Gracias bertemu Elon Musk lebih dari 20 tahun lalu melalui teman bersama David Sacks, yang saat ini menjabat sebagai penasihat AI dan kripto Presiden AS Donald Trump.

CEO Valor sebelumnya duduk di dewan direksi Tesla. Tahun lalu, ia menghabiskan waktu bekerja dengan Elon Musk sebagai bagian dari upaya DOGE untuk memangkas tenaga kerja federal, peraturan dan pengeluaran pemerintah.

 

Luke Nosek

Karyawan SpaceX merayakan momen upacara pembunyian bel saat IPO SpaceX di Nasdaq MarketSite di New York, Jumat, 12 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Luke Nosek merupakan salah satu pendiri Paypal, yang merupakan salah satu usaha awal Elon Musk. Luke Nosek telah menjabat di dewan direksi SpaceX sejak 2008. Kepemilikan Nosek di SpaceX senilai US$ 6,3 miliar atau Rp 112,25 triliun.

Nosek ikut mendirikan perusahaan modal ventura Founders Fun, bersama Peter Thiel, dan Gigafund, serta anggota dewan di perusahaan AI DeepMind sebelum diakuisisi oleh Google.

Gwynne Shotwell

Salah satu karyawan pertama Musk di SpaceX, Gwynne Shotwell saat ini memimpin operasional harian perusahaan sebagai presiden dan kepala operasional.

Seperti Nosek, ia adalah salah satu pemegang saham individu terbesar di SpaceX. Kepemilikan saham oleh Shotwell mencapai US$ 2,4 miliar atau Rp 42,7 triliun.

 “Saya merasa seperti saya ada di sana sebagai mitra untuk membantu [Musk] menyelesaikan hal-hal yang perlu diselesaikan, dan saya cenderung fokus pada operasional bisnis sehari-hari, dan dia fokus pada strategi tingkat tinggi, serta pendalaman mendalam pada aspek teknis,” ujar dia.

“Sementara Elon menetapkan visi, dialah yang memastikan visi tersebut terwujud,” kata Nathan Silvernail, yang menghabiskan tujuh tahun di SpaceX sebagai insinyur pada proyek-proyek seperti sistem pendukung kehidupan dari 2014 hingga 2021, kepada CNBC.

“Dia menangani eksekusi operasional yang benar-benar menjaga bisnis tetap berjalan dan mendatangkan pendanaan,” ujar dia.

Silvernail menambahkan, Shotwell adalah orang yang mengadakan pertemuan dengan pelanggan, membangun hubungan tersebut, dan menutup kontrak.

 

Bret Johnsen

Seremoni perdagangan perdana saham SpaceX di Nasdaq, Jumat, (12/6/2026). (Foto: AP/Frank Franklin II)

Bret Johnsen adalah kepala keuangan SpaceX dan bergabung dengan SpaceX pada 2011. Ia bertanggung jawab atas strategi keuangan jangka panjang dan operasional keuangan perusahaan.

Sebelumnya, Johnsen bekerja di perusahaan chip Broadcom dan Mindspeed Technologies. Kepemilikannya di SpaceX bernilai US$ 1,2 miliar atau Rp 21,38 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya