Trump di KTT G7: Saya Adalah Bosnya

Ucapan ini disampaikan di hadapan para pemimpin negara G7.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 18 Juni 2026, 19:30 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang tawa para pemimpin negara anggota Kelompok Tujuh (G7) saat memasuki ruang pertemuan di Prancis pada Rabu (17/6/2026). Dalam momen tersebut, Trump berseloroh dengan menyebut dirinya sebagai "bos".

"Saya bosnya," kata Trump saat memasuki pertemuan para pemimpin G7, yang langsung disambut tawa sejumlah peserta, dikutip dari laman The Hill, Kamis (18/6).

Pernyataan itu disampaikan menjelang sesi pertemuan antara para pemimpin G7 dengan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Trump berada di Prancis untuk menghadiri KTT G7 bersama para pemimpin Prancis, Kanada, Italia, Jepang, Inggris, dan Jerman. Sejumlah pemimpin negara lain juga turut menghadiri beberapa agenda pertemuan.

Di tengah rangkaian KTT, Trump menyebut kunjungannya ke Prancis sebagai sebuah "kesuksesan besar", terutama setelah tercapainya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara AS dan Iran yang membuka jalan bagi negosiasi damai.

"Dalam banyak hal, yang paling ingin dibicarakan orang adalah fakta bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Kesepakatan yang ditandatangani AS dan Iran tersebut menjadi kerangka awal negosiasi teknis untuk mengakhiri konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan energi strategis yang selama perang praktis tertutup akibat blokade Iran dan operasi militer AS.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting dunia karena sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari. Penutupan jalur itu selama konflik menyebabkan harga energi dunia melonjak dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Trump untuk segera memulihkan arus perdagangan.

Klaim Trump

Presiden Donald Trump berpidato dari Gedung Putih, Sabtu (21/6/2025), setelah militer Amerika Serikat menyerang tiga situs program nuklir Iran, yang menandai secara langsung dukungan terhadap Israel. (Dok. Carlos Barria/Pool via AP)

Trump juga mengklaim kesepakatan dengan Iran telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian AS.

"Angka-angka ekonomi Amerika Serikat sangat baik. Investasi terus masuk dan pasar saham melonjak karena penyelesaian konflik ini. Pada saat yang sama harga minyak juga turun," tulisnya.

Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Trump juga ditanya mengenai sambutan hangat yang diterimanya dari para pemimpin G7. Pertanyaan itu muncul setelah sebelumnya Trump mengkritik negara-negara Eropa karena dianggap kurang mendukung AS selama konflik dengan Iran.

"Saya pikir mereka sekarang menyadari bahwa saya benar. Tiba-tiba sekarang mereka semua ingin terlibat," kata Trump.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam KTT G7 tahun ini, yang banyak diwarnai pembahasan mengenai implementasi kesepakatan damai AS-Iran, stabilitas energi global, dan keamanan kawasan Timur Tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya