Liputan6.com, Jakarta - Menyusun contoh sambutan acara 10 Muharram yang menggugah hati terkadang menjadi tantangan tersendiri, baik atas nama kepanitiaan maupun tokoh masyarakat. Isi sambutan diharapkan mencitrakan bentuk acara, apresiasi hingga harapannya untuk umat Islam.
Muharram merupakan bulan istimewa yang menjadi titik tolak evaluasi diri serta momen berbagi kebahagiaan bagi umat Islam. Momen ini juga menjadi pengingat agar umat saling mengingatkan dalam ketakwaan.
Advertisement
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT ".. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-'Ashr: 2–3).
Imam Al-Baghawi dalam Ma‘alim At-Tanzil menafsirkan “tawāṣau bil-ḥaqq” sebagai saling berwasiat untuk mengikuti kebenaran, yaitu iman kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
Penyampaian sambutan diharapkan bukan sekadar formalitas acara, melainkan medium dakwah. Melalui sambutan dengan pesan mendalam, kita dapat mengajak jamaah meneladani semangat agung Asyura dengan aksi nyata.
1. Sambutan Acara 10 Muharram, Tema: Santunan Anak Yatim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'in 'ala umuuriddunya waddin, washalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyaa-i wal mursalin, wa'ala alihi wasahbihi ajma'in, amma ba'du.
Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, bapak/ibu donatur, segenap panitia penyelenggara, serta anak-anakku sekalian yang saya cintai dan banggakan.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat sehat, iman, dan kesempatan, sehingga kita dapat bersilaturahmi di majelis yang penuh berkah ini.
Kedua kalinya, shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, yang selalu kita nantikan syafaatnya di hari akhir kelak.
Hadirin yang dirahmati Allah, hari ini kita berkumpul dalam rangka memperingati tanggal 10 Muharram, sebuah hari yang dikenal dengan sebutan Hari Asyura, hari yang dipenuhi dengan lipatan pahala dan keberkahan.
Momen Asyura ini sering kali kita wujudkan dalam bentuk kepedulian sosial, yang paling utama adalah memberikan santunan serta curahan kasih sayang kepada anak-anak yatim yang ada di lingkungan kita.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 220:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ.
Artinya: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu."
Ayat mulia ini mengingatkan kita bahwa menyantuni dan memperbaiki keadaan anak yatim bukan sekadar anjuran sosial belaka, melainkan ibadah yang akan menempatkan kita pada kedudukan mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum 10 Muharram ini sebagai titik tolak untuk terus menumbuhkan empati, menyisihkan sebagian rezeki, dan mengusap air mata mereka dengan penuh keikhlasan.
Saya mewakili penyelenggara mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para dermawan dan panitia. Mohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelaksanaan acara ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati.
Marilah kita tutup sambutan ini dengan doa, Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina 'adzabannar. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah dan niat baik kita semua.
Akhirul kalam, wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Sambutan Tema: Muhasabah Diri dan Hijrah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, washalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, sayyidina Muhammadin, wa'ala alihi wasahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Yang terhormat jajaran pengurus masjid, para tokoh agama, tokoh masyarakat, para hadirin kaum muslimin dan muslimat yang insyaallah senantiasa dirahmati oleh Allah SWT.
Tiada kata yang paling pantas kita ucapkan selain rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita bisa hadir memperingati malam Asyura ini dengan sehat walafiat.
Untaian shalawat bertangkaikan salam mari kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, teladan sejati yang telah membimbing kita dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam yang benderang.
Bapak dan Ibu yang saya hormati, peringatan 10 Muharram bukan sekadar rutinitas tahunan bergantinya kalender, melainkan momen penting untuk melakukan muhasabah atau evaluasi secara mendalam terhadap perjalanan hidup kita.
Esensi dari bulan Muharram adalah semangat hijrah, yaitu keberanian berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kebodohan menuju ilmu, dan dari kelalaian menuju ketaatan yang totalitas.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 218:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dalil tersebut menegaskan bahwa hijrah harus disertai dengan perjuangan untuk menundukkan hawa nafsu, yang merupakan bentuk kesungguhan kita dalam mengharapkan rahmat dan ampunan Sang Pencipta.
Mari kita jadikan peringatan 10 Muharram ini sebagai garis awal untuk merancang pribadi yang lebih teguh, meninggalkan kebiasaan buruk masa lalu, dan melangkah dengan iman yang senantiasa diperbarui.
Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh jamaah pada majelis ini. Jika ada tutur kata atau penyajian fasilitas yang kurang memadai, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Marilah kita berdoa memohon kekuatan, Allahumma inna nas'aluka salamatan fiddin wa 'afiyatan fil jasad. Semoga hijrah kita senantiasa mendapat petunjuk dan kemudahan dari Allah SWT.
Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan mulia ini. Billahit taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Sambutan Tema: Keutamaan Puasa Sunnah Asyura
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi alladzi faddhala ba'dzal ayyami 'ala ba'dz, washalatu wassalamu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wasahbihi waman waalah. Amma ba'du.
Yang terhormat para sesepuh, pimpinan majelis taklim, jajaran panitia, serta bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian yang senantiasa berada dalam naungan rida Allah SWT.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah menganugerahkan kita umur panjang sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan Muharram, bulan suci yang dimuliakan (Syahrullah).
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang teguh memegang pilar-pilar sunnahnya hingga akhir zaman.
Hadirin rahimakumullah, pada hari ini kita berada di tanggal 10 Muharram, sebuah hari istimewa di mana umat Islam di seluruh belahan dunia dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sunnah.
Salah satu ibadah yang sangat ditekankan dan bernilai tinggi pada hari Asyura ini adalah melaksanakan ibadah puasa, yang menyimpan fadhilah atau keutamaan luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ.
Artinya: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia menggugurkan dosa-dosa satu tahun yang sebelumnya."
Hadits tersebut memberikan kabar gembira betapa besarnya kasih sayang Allah, di mana puasa yang dikerjakan hanya dalam satu hari pada tanggal 10 Muharram sanggup menghapus kesalahan-kesalahan kita di tahun lalu.
Maka dari itu, mari kita hidupkan syiar Asyura ini dengan khusyuk, seraya membersihkan hati dan jiwa dari segala kotoran dosa yang mungkin telah menumpuk di hari-hari sebelumnya.
Tak lupa saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia yang menyelenggarakan majelis ilmu pada hari ini. Mohon maaf yang setulus-tulusnya bila ada kekurangan selama berlangsungnya keseluruhan acara.
Mari kita tundukkan kepala sejenak, Rabbana dzalamna anfusana wa in lam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. Ampunilah dosa kami dan terimalah ibadah puasa kami ya Allah.
Demikian sambutan singkat ini saya sampaikan dari mimbar ini. Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Sambutan Tema: Kepedulian Sosial dan Meluaskan Sedekah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, ashyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi wasahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Yang saya hormati, para alim ulama, jajaran aparat desa maupun kelurahan, para tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh hadirin undangan peringatan 10 Muharram yang saya cintai.
Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan inayah-Nya, kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat tak kurang suatu apapun.
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan semesta alam, Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa menuntun umatnya kepada jalan kebaikan dan kemuliaan akhlak sosial.
Hadirin sekalian, memperingati 10 Muharram pada hakikatnya adalah memperingati hari kebaikan dan kemanusiaan. Islam mengajarkan bahwa bulan ini adalah momentum emas untuk mempertajam kepekaan terhadap sesama.
Selain anjuran berpuasa, para ulama kita sangat mengajarkan untuk meluaskan belanja keluarga dan memperbanyak sedekah kepada fakir miskin tepat pada momentum hari Asyura ini.
Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi yang berbunyi:
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ.
Artinya: "Barangsiapa melapangkan kehidupan (belanja) keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun itu."
Penjelasan hadits ini sangat benderang, bahwa kebahagiaan yang kita bagikan kepada keluarga dan orang-orang yang kekurangan pada 10 Muharram, akan berbalik menjadi magnet penarik rezeki dari Allah.
Semoga kita semua yang hadir di ruangan ini senantiasa diberikan kelapangan rezeki agar dapat terus berbagi, tidak hanya di bulan Muharram, tetapi juga secara konsisten demi kesejahteraan umat.
Saya mewakili panitia mengucapkan ribuan terima kasih atas segala bentuk donasi, waktu, dan sumbangsih tenaga. Kami juga memohon maaf apabila sajian maupun sambutan dari kami jauh dari kata sempurna.
Sebagai penutup, mari berdoa, Allahumma inna nas'aluka 'ilman nafi'an warizqan thayyiban wa'amalan mutaqabbalan. Ya Allah, berikanlah kami ilmu yang bermanfaat dan curahkanlah rezeki yang halal.
Mohon maaf atas segala kekhilafan kata dan perbuatan.
Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Sambutan Tema: Refleksi Sejarah dan Kemenangan Kebenaran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innalhamdalillah, nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh, wa na'udzubillahi min syururi anfusina wamin sayyiati a'malina, mayyahdihillahu fala mudhillalah. Amma ba'du.
Yang terhormat bapak/ibu pimpinan majelis, guru-guru pembimbing kami, para tokoh masyarakat, tim panitia pelaksana kegiatan, dan segenap jamaah yang semoga selalu dirahmati Allah SWT.
Puji syukur ke hadirat Allah Azza wa Jalla, Tuhan yang menguasai hari pembalasan, atas segala limpahan karunia-Nya yang memungkinkan kita bersua dalam peringatan 10 Muharram yang begitu syahdu ini.
Shalawat teriring salam selalu kita sampaikan kepada baginda Rasulullah SAW, juga kepada seluruh keluarga, para sahabat, serta umatnya yang setia menjunjung panji-panji Islam.
Jamaah sekalian yang saya hormati, 10 Muharram atau Asyura memiliki akar sejarah peradaban yang sangat panjang; bahkan jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW, hari raya ini telah dimuliakan oleh para nabi terdahulu.
Hari Asyura sejatinya adalah hari di mana Allah SWT menampakkan keadilan-Nya dengan memberikan keselamatan kepada Nabi Musa AS dari kejaran serta kezaliman kediktatoran Firaun beserta bala tentaranya.
Allah SWT merekam peristiwa penyelamatan nan agung ini dalam Al-Quran Surah Asy-Syu’ara ayat 65-66:
وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ.
Artinya: "Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertainya semuanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain itu."
Dalil sejarah keagamaan ini menanamkan optimisme yang amat kuat bahwa kebenaran (al-haq), betapapun beratnya tantangan dan tekanan, pada akhirnya pasti akan mengalahkan kebatilan lewat pertolongan Allah.
Oleh karena itu, jadikan hari Asyura sebagai momentum paripurna untuk menguatkan keyakinan batin kita, bahwa dalam menghadapi ujian apa pun, Allah akan selalu membela orang-orang yang sabar dan bertawakal.
Kepada semua pihak yang telah bersusah payah merancang acara penuh hikmah ini dari awal hingga akhir, saya ucapkan terima kasih. Tentu penyelenggaraan ini tidak luput dari kelemahan, karenanya kami memohon maaf sebesar-besarnya.
Marilah menengadahkan tangan berpasrah, Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmah. Kuatkanlah keimanan kami ya Allah, dan jauhkanlah kami dari kezaliman orang-orang yang ingkar.
Demikianlah pemaparan singkat yang bisa saya utarakan pada kesempatan emas ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Sambutan Tema: Membangun Ukhuwah Islamiyah di Bulan Muharram
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahi walhamdulillah, wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim. Washalatu wassalamu 'ala rasulillah, amma ba'du.
Yang terhormat bapak ketua DKM, para asatidz, jajaran pengurus lingkungan, serta seluruh hadirin wal hadirat jamaah peringatan 10 Muharram yang insyaallah diberkahi oleh Sang Maha Pencipta.
Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang menguasai alam semesta, yang telah merawat kita dengan nikmat persaudaraan hingga malam perayaan Asyura ini.
Shalawat dan salam mari kita tujukan kepada pilar panutan, Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang telah bersusah payah meletakkan pondasi ukhuwah islamiyah yang begitu kokoh.
Hadirin yang senantiasa berbahagia, menyadari bahwa kita berada di tanggal 10 Muharram seharusnya melahirkan kesadaran kolektif tentang betapa vitalnya menjaga rajutan persaudaraan antar sesama muslim masa kini.
Peringatan hari besar seperti Asyura ini pada hakikatnya adalah sarana kultural pemersatu umat, wadah merawat silaturahmi, dan ruang dialog agar kita senantiasa saling mengingatkan dalam balutan kesabaran.
Allah SWT berfirman secara tegas mengenai ikatan persaudaraan ini dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
Makna mendasar yang bisa kita ambil dari ayat luhur tersebut adalah bahwa rahmat Allah yang turun berlimpah di bulan Muharram sangat ditentukan oleh sejauh mana kedamaian dan kerukunan kita bina di tengah masyarakat.
Mari kita tanggalkan segala ego, buang jauh-jauh bibit kedengkian, dan hentikan segala bentuk perpecahan. Jadikan 10 Muharram sebagai momen islah (perdamaian) dan katalisator untuk bahu-membahu menolong saudara kita.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan mewakili panitia kepada segenap tamu undangan. Kami sangat menyadari masih banyak kelemahan dalam ranah pelayanan, untuk itu pintu permohonan maaf kami buka seluas-luasnya.
Kita bermunajat murni kepada Allah, Allahumma allif baina qulubina wa ashlih dzata bainina. Ya Allah, satukanlah hati-hati umat-Mu ini dan perbaikilah kualitas hubungan ukhuwah di antara kami.
Akhir kata, semoga Allah Yang Maha Pengasih senantiasa mengabulkan doa-doa kita di bulan haram ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Sambutan Tema: Pemuda, Inovasi, dan Semangat Asyura
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuluh. Amma ba'du.
Yang terhormat para tokoh masyarakat, para pendidik, segenap orang tua kami, seluruh rekan-rekan panitia yang solid, serta wabil khusus barisan pemuda dan pemudi penerus estafet peradaban agama yang gemilang.
Kalimat syukur Alhamdulillah senantiasa membasahi lisan kita tanpa jeda, merespons limpahan rahmat Allah SWT yang tak pernah putus, mengantarkan kita hadir bersama pada malam peringatan 10 Muharram yang bersejarah ini.
Shalawat serta salam semoga terkirim abadi kepada pahlawan revolusi rohani umat manusia, Nabi Muhammad SAW, yang sedari usia belia telah mendemonstrasikan karakter kepemimpinan berintegritas tak tertandingi.
Rekan-rekan pemuda yang saya banggakan, bulan Muharram terkhusus hari Asyura, tidak boleh dipandang sekadar sebagai dongeng klasik umat masa lampau, melainkan wajib dijadikan bahan bakar semangat untuk terus berkreasi.
Tragedi dan kemenangan dalam lembaran Asyura mencontohkan tentang keberanian menantang status quo yang menyimpang, mempertahankan tauhid, serta mewujudkan inovasi nyata yang tetap berpijak teguh pada nilai spiritual.
Pemuda yang tangguh serta beriman adalah entitas yang sangat dicintai Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW (HR. Muslim):
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ.
Artinya: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu."
Dalil mutlak tersebut berfungsi sebagai cambuk pengingat bagi generasi milenial agar pantang menjadi angkatan yang lemah tak berdaya; sebaliknya, wajib tampil proaktif dalam menghasilkan manfaat seluas-luasnya di hari penuh berkah ini.
Oleh karena itu, saya menantang generasi muda yang hadir, mari lekas ambil peranan nyata. Gunakan momentum 10 Muharram ini untuk berjejaring produktif, menginisiasi pemberdayaan dhuafa, dan mempelopori gerakan filantropi modern di lingkungan kita.
Apresiasi setinggi-tingginya saya haturkan kepada tim pemuda yang telah mengerahkan gagasan cerdasnya mengawal acara istimewa ini. Tentu teguran, kritik, maupun saran sangat kami dambakan agar kelak jauh dari kata kekurangan.
Marilah acara ini kita tutup dengan memohon kelayakan, Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lil muttaqina imama. Jadikanlah kami pemuda berwibawa sebagai penyejuk pandangan dan pemimpin bagi barisan orang-orang bertakwa.
Sukses dan jaya terus untuk kita semua, jangan pernah lelah berkarya dalam koridor iman teguh. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Contoh Sambutan Acara 10 Muharram
Kenapa 10 Muharram disebut Lebaran yatim?
Tanggal 10 Muharram disebut sebagai "Lebaran Anak Yatim" atau Idul Yatama karena pada hari tersebut umat Islam dianjurkan untuk lebih menyayangi, memuliakan, dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Istilah "lebaran" merupakan tradisi budaya masyarakat untuk menyebut hari penuh kebahagiaan bagi mereka.
Peristiwa apa saja yang terjadi di tanggal 10 Muharram?
Tanggal 10 Muharram (dikenal sebagai Hari Asyura) adalah salah satu hari yang sangat dimuliakan dalam sejarah Islam. Pada hari ini, umat Islam memperingati berbagai peristiwa kemenangan para Nabi, peristiwa penyelamatan umat, dan Tragedi Karbala.
Apa saja 10 hal penting di bulan Muharram?
Tanggal sepuluh Muharram dikenal sebagai Asyura, hari peringatan penting dalam Islam . Bagi Muslim Sunni, Asyura menandai terbelahnya Laut Merah oleh Musa dan keselamatan Bani Israel.
Apa amalan yang disunnahkan Rasulullah pada bulan Muharram?
Amalan paling utama yang disunnahkan Rasulullah SAW di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunah, terutama Puasa Asyura (10 Muharram) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Selain itu, sangat dianjurkan melakukan Puasa Tasu'a (9 Muharram) untuk menyelisihi kebiasaan umat Yahudi.