Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tak Hadir di KTT ASEAN-Rusia

Prabowo fokus merampungkan berbagai agenda strategis di dalam negeri setelah sebelumnya sempat menggelar pertemuan bilateral dengan Vladimir Putin.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 17 Juni 2026, 16:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan mendasar di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menghadiri langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kazan, Tatarstan, Rusia, yang berlangsung pada 17-19 Juni 2026. Prasetyo menegaskan bahwa Kepala Negara saat ini memilih untuk fokus menyelesaikan sejumlah agenda penting di dalam negeri.

Keputusan untuk mendelegasikan kehadiran ini diambil lewat pertimbangan matang mengenai skala prioritas pemerintahan domestik. Pemerintah saat ini tengah mengejar percepatan beberapa program nasional yang membutuhkan supervisi langsung dari Presiden.

"Tentu Beliau memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang beliau ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Faktor lain yang membuat absennya Presiden di Kazan tidak mengganggu jalannya diplomasi adalah intensnya komunikasi yang telah dibangun sebelumnya. Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo baru saja bertemu dan berdiskusi secara mendalam dengan para pemimpin negara Asia Tenggara pada perhelatan KTT ASEAN di Filipina pada Mei 2026 lalu, di mana kemitraan kawasan dengan Rusia sudah turut dikaji.

"Juga dengan para pimpinan tinggi di negara-negara ASEAN beberapa waktu yang lalu juga beliau hadir di Filipina banyak juga yang sudah didiskusikan termasuk hubungan bilateral dengan negara sahabat terutama Rusia," jelas Prasetyo.

 

 

Fokus Selesaikan Program Prioritas

Di sisi lain, dari segi hubungan bilateral antaranegara, Indonesia dan Rusia sebenarnya telah mengunci komitmen strategis tingkat tinggi lebih awal.

Hal ini terjadi saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kehormatan dan menggelar pertemuan bilateral tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Maret 2026 silam.

"Beberapa waktu yang lalu kan juga beliau sudah bertemu dengan Presiden Putin dan membicarakan banyak hal. Dan dari beberapa hal yang komitmen kerjasama juga sudah ada beberapa yang ditindaklanjuti secara teknis," sambung Prasetyo menambahkan bahwa implementasi kerja sama kedua negara sudah berjalan di level kementerian teknis.

KTT Rusia-ASEAN tahun ini sendiri digelar untuk memperingati 35 tahun kemitraan kedua belah pihak dengan fokus penguatan di sektor ekonomi, energi, teknologi, serta stabilitas kawasan.

Momentum ini juga bertepatan dengan 50 tahun hubungan diplomatik Rusia dan Filipina, di mana Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bertindak sebagai ketua ASEAN sekaligus tamu kehormatan.

Meski tidak hadir secara fisik di Kazan, posisi Indonesia dipastikan tetap krusial dengan kehadiran Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang ditunjuk resmi untuk mewakili Presiden Prabowo.

Menlu Sugiono dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian acara termasuk Russia-ASEAN Business Forum, sementara Presiden Vladimir Putin juga diagendakan menggelar sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela KTT tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya